Kamis 26 Jan 2023 22:38 WIB

Suplemen yang Harus Dihindari, Dokter Minta Hati-Hati Sebelum Meminumnya

Sebelum mengonsumsi vitamin apa pun, Anda harus mengetahui potensi efek sampingnya.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Suplemen yang harus dihindari. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Suplemen yang harus dihindari. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang menganggap suplemen bisa membantu mengatasi berbagai masalah tubuh. Hal itu mulai dari menurunkan berat badan, merawat rambut, jerawat, kuku, hingga kesehatan secara keseluruhan.

Meski ada beberapa manfaat, suplemen juga bisa memberi risiko. Menurut ahli bedah ortopedi yang berbasis di Atlanta, Kellie K Middleton, penting untuk mengetahui suplemen dan mendiskusikan penggunaannya dengan dokter. Suplemen dapat bermanfaat bila digunakan dengan tepat.

Baca Juga

“Namun, beberapa suplemen mungkin tidak sepadan dengan uang atau berisiko dikonsumsi karena potensi efek samping atau kurangnya bukti kemanjurannya,” kata dia, dikutip dari laman Eat This, Kamis (26/1/2023).

Menurut Grace Albin, instruktur kebugaran bersertifikat ACE, pembelian suplemen tidak hanya pemborosan finansial. Beberapa di antaranya bahkan ada yang membahayakan. Para ahli berbagi apa yang perlu diketahui tentang suplemen sebelum dikonsumsi dan mana yang sebaiknya dihindari:

1. Sebelum konsumsi suplemen

Dokter keluarga bersertifikat Tomi Mitchell mengatakan, seseorang harus memahami kebutuhan spesifiknya dan meneliti berbagai pilihan yang tersedia. Sebelum mengonsumsi vitamin apa pun, orang harus mengetahui potensi efek samping dan mengonsultasikannya dengan dokter atau apoteker. 

2. Beberapa suplemen tidak bernilai

Faktor seperti produksi atau penyimpanan yang tidak tepat, dan alasan kesehatan lainnya, menjadikan vitamin tidak bermanfaat bagi tubuh. Banyak vitamin, terutama dari sumber yang tidak diketahui, dijual di toko serba ada atau pom bensin. Ada pula yang diklaim alami untuk diet seimbang, tapi sebenarnya tidak perlu bagi orang yang sudah cukup mengonsumsi makanan segar dan protein.

3. Ekstrak Garcinia cambogia

Dr Middleton mengatakan, salah satu suplemen yang mungkin tidak layak dikonsumsi adalah ekstrak Garcinia cambogia. Suplemen ini diklaim sebagai penurun berat badan dan penekan nafsu makan, namun hanya sedikit bukti yang mendukung klaim ini.

Ekstrak Garcinia cambogia dapat menyebabkan efek samping yang merugikan, seperti mual, gangguan pencernaan, dan bahkan kerusakan hati dalam beberapa kasus. National Center for Complementary and Health Integration mengatakan, beberapa penelitian telah memeriksa efek garcinia cambogia pada penurunan berat badan manusia.

4. Kava

Dr Middleton menjelaskan, suplemen lain yang mungkin tidak layak dikonsumsi adalah Kava. Suplemen ini telah digunakan secara tradisional untuk mengurangi kecemasan dan stres serta meningkatkan kualitas tidur.

Penelitian menunjukkan, penggunaan ramuan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati. Itu dapat berinteraksi dengan banyak obat umum dan meningkatkan efek sampingnya.

5. Yohimbe

Suplemen berikutnya yang mungkin tidak layak dikonsumsi adalah Yohimbe. Suplemen ini telah disebut-sebut sebagai penambah gairah seksual.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan efek samping yang merugikan seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah, kecemasan, dan bahkan kejang dalam beberapa kasus. Menurut The National Center for Complementary and Health Integration, ada sangat sedikit penelitian pada orang tentang efek yohimbe sebagai suplemen makanan.

6. Multivitamin

John Hopkins Medicine menyatakan para peneliti yang mempelajari manfaat multivitamin menemukan itu tidak mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif (seperti kehilangan ingatan dan pemikiran yang melambat) atau kematian dini. Mereka juga mencatat bahwa studi masa lalu menyatakan suplemen vitamin E dan beta-karoten tampaknya berbahaya, terutama pada dosis tinggi.

 

Cek Typo

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement