Ahad 22 Jan 2023 04:04 WIB

Perlukah Cek Lab Ketika Ada Keluarga Kena Campak?

Penyakit campak bisa didiagnosis dengan melihat tanda dan gejala yang ada.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Penyakit campak bisa didiagnosis dengan melihat tanda dan gejala yang ada.(ilustrasi)
Foto: Republika
Penyakit campak bisa didiagnosis dengan melihat tanda dan gejala yang ada.(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Saat ada satu anggota keluarga yang terkena campak, anggota keluarga lainnya tidak perlu panik. Bahkan, tak perlu juga berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan IgM Campak. 

Menurut dokter spesialis anak subspesialis saraf anak dr Arifianto SpA(K) kepada Republika mengatakan pemeriksaan serologi semacam ini merupakan hal yang sama sekali tak perlu dilakukan secara rutin.

Baca Juga

"Campak itu penyakit yang kalau saya bilang, hampir 100 persen bisa didiagnosis dengan melihat tanda dan gejala yang ada, jadi cukup dengan pemeriksaan fisik saja, tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium, itu secara umum," lanjut dokter yang biasa disapa Dokter Apin tersebut.

Selain itu, Dokter Apin mengatakan pemeriksaan semacam ini tidak mudah diakses atau didapatkan. Sekali pun tersedia di laboratorium komersil, tes tersebut kemungkinan dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. "Jadi, tidak sebanding," jelas Dokter Apin.

Pemeriksaan IgM campak, lanjut Dokter Apin, umumnya dilakukan untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh untuk keperluan penelitian atau untuk keperluan surveilans epidemiologi.

Namun, yang perlu diingat adalah anak-anak yang belum diimunisasi campak atau baru mendapatkan dosis pertama imunisasi campak memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular, bila berkontak dengan pasien campak. Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan pada kelompok ini adalah mendapatkan profilaksis pascapajanan berupa imunisasi.

"Jadi ada imunisasi segera yang bisa menjadi upaya untuk mencegah mereka yang kontak erat dengan anak yang sakit campak dan belum pernah diimunisasi atau belum mendapatkan pengulangan (imunisasi) agar tidak kena campak," ujar Dokter Apin.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement