Selasa 17 Jan 2023 21:36 WIB

Merokok, Faktor Risiko Terbesar Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru merupakan satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi.

Rep: Dessy Susilawati/ Red: Muhammad Hafil
 Merokok, Faktor Risiko Terbesar Kanker Paru-paru. Foto:  Kanker Paru (ilustrasi)
Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Merokok, Faktor Risiko Terbesar Kanker Paru-paru. Foto: Kanker Paru (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA, Kanker paru-paru merupakan satu jenis kanker dengan angka kematian tertinggi, di antara seluruh kanker. Pasalnya, kanker paru pada stadium awal sulit terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala yang spesifik sehingga sering kali ditemukan pada stadium akhir.

Berdasarkan laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) yang dirilis pada Maret 2021, jumlah kasus kanker baru di Indonesia mencapai 396.914 kasus dengan angka kematian mencapai 234.511 orang.

Baca Juga

Dari jumlah tersebut, kanker paru-paru menjadi penyumbang kematian tertinggi yakni mencapai 30.843 orang (13,2 persen), dengan jumlah kasus baru sebesar 34.783. Artinya lebih dari 88 persen pasien kanker paru-paru, tidak bisa terselamatkan.

Meskipun belum ada jenis pengobatan tunggal yang bisa diberikan untuk mengobati kanker, tetapi dengan teknologi yang kian canggih, berbagai perawatan baru yang dilengkapi dengan pendekatan holistic terus berkembang sehingga kesempatan sembuh dan harapan hidup para pasien kanker terus meningkat.

 

Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Centre, Dr Wong Siew Wei menjelaskan kanker paru-paru mengacu pada pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang melapisi saluran udara di paru-paru.

Ada dua jenis utama kanker paru-paru primer yakni kanker paru-paru non sel kecil (NSCLC) dan kanker paru-paru sel kecil (SCLC). Dari seluruh kanker paru-paru yang ditemukan, sekitar 80 sampai 85 perswn kanker paru adalah NSCLC.

Menurut Dr Wong, merokok merupakan faktor risiko terbesar untuk kanker paru-paru. Risiko kanker paru seumur hidup pada perokok berat adalah 30 persen. "Meski demikian seseorang yang tidak merokok juga bisa terkena kanker paru-paru," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (17/1/2023).

Risiko ini muncul karena seseorang yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif), terpapar bahan kimia tertentu, mulai dari polusi udara, asbes, asap diesel, asap batu bara, termasuk adanya riwayat kanker paru-paru dalam keluarga.

“Di Negara Asia, mungkin 45 perse kasus kanker paru-paru tidak memiliki riwayat merokok. Namun merokok tetap menjadi penyebab terbesar dari kanker paru-paru,” jelasnya.

Karena itulah penting bagi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk terhindar dari risiko kanker seperti melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, kurangi alcohol, terkena paparan sinar matahari aman, dan melakukan diet sehat.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement