Jumat 13 Jan 2023 23:06 WIB

Monty Tiwa Merasa Terhormat Sutradarai Film Fenomenal Gita Cinta dari SMA

Gita Cinta dari SMA dianggap hulu dari cerita-cerita remaja populer.

Film remaja legendaris Gita Cinta dari SMA dibuat ulang. (ilustrasi)
Foto: Starvision Plus
Film remaja legendaris Gita Cinta dari SMA dibuat ulang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Monty Tiwa merasa mendapatkan kehormatan karena memiliki kesempatan untuk membuat ulang (remake) Gita Cinta dari SMA dari film tahun 1979 berjudul sama.

"Dengan cukup jujur, saya bisa bilang, saya enggak bisa melihat ini sebagai tantangan. Tapi saya melihat ini sebagai kehormatan," kata Monty saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Baca Juga

Monty mengatakan, dirinya juga merasa mendapatkan kehormatan untuk mengalihwahanakan novel yang ditulis oleh Eddy D Iskandar, termasuk Gita Cinta dari SMA. Sebelumnya, sutradara itu pernah menggarap film Rompis (2018) yang diadaptasi dari novel Roman Picisan karya penulis tersebut.

"Untuk kedua kalinya saya mendapat kehormatan untuk memfilmkan cerita dari pak Eddy, di mana cerita itu adalah salah satu bagian saat saya tumbuh kembang dari SD, SMP," kata dia.

 

"Kehormatan untuk mengulang lagi cerita yang dulu pernah ada," ujar Monty.

Monty telah menduga dirinya akan banyak mendapatkan pertanyaan mengapa dirinya membuat film Gita Cinta dari SMA. Hal ini mengingat cerita tersebut sudah dialihwahanakan menjadi film yang pertama kali dirilis pada 1979 dan pernah diadaptasi bebas pada 2017 oleh sutradara Lucky Kuswandi berjudul Galih dan Ratna.

Dalam tataran individu, Monty mengungkapkan bahwa dirinya ingin ikut ambil bagian dalam menceritakan atau menyuarakan ulang karya legendaris tersebut. Dalam tataran yang lebih luas, dia merasa memiliki tanggung jawab untuk meneruskan karya kreatif tersebut kepada generasi baru.

"Kalau tidak kita teruskan, tidak kita daur ulang, menurut saya, ada sebuah rantai nilai, rantai identitas budaya kita yang hilang dari dua-tiga generasi lalu ke generasi sekarang. Jadi itu. Saya melihat ada tanggung jawab itu, di mana kita pernah punya cerita-cerita seperti ini (Gita Cinta dari SMA)," kata dia.

Monty menilai bahwa cerita-cerita remaja di masa sekarang kebanyakan merujuk pada budaya di luar negeri. Padahal, imbuh dia, Indonesia memiliki cerita remaja legendaris yang memang merefleksikan identitas budaya lokal. Dia juga mengingatkan bahwa Gita Cinta dari SMA merupakan hulu dari cerita-cerita remaja populer yang berkembang hingga masa selanjutnya.

Dia mengatakan, Gita Cinta dari SMA perlu untuk dihadirkan lagi. "Supaya generasi di bawah kita juga tidak lupa bahwa ada sebuah cermin dari mereka tentang bagaimana dulu anak-anak remaja dengan segala penampilannya, dengan segala keinginan untuk mandiri dan dewasa tapi harus punya pilihan-pilihan dan dihadapkan oleh perbedaan-perbedaan. Itu kan Indonesia banget sebetulnya," jelasnya.

Film Gita Cinta dari SMA garapan Monty Tiwa akan tayang di bioskop tanah air pada 9 Februari 2023. Film ini dibintangi oleh Yesaya Abraham sebagai Galih dan Prilly Latuconsina sebagai Ratna, serta sederet bintang lain seperti Arla Ailani, Chantiq Schagerl, Fadi Alaydrus, Dewi Gita, Putri Ayudya, Dwi Sasono, dan Unique Priscilla.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement