Kamis 05 Jan 2023 04:05 WIB

Psikolog Ungkap Faktor yang Membuat Orang tak Jera Selingkuh Berkali-kali

Orang dengan latar tertentu bisa merasakan keinginan berselingkuh yang sangat besar.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Pria-wanita berpegangan tangan (ilustrasi). Gangguan jiwa atau psikologis dapat memicu orang untuk selingkuh berulang kali.
Foto: www.rawpixel.com
Pria-wanita berpegangan tangan (ilustrasi). Gangguan jiwa atau psikologis dapat memicu orang untuk selingkuh berulang kali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak faktor yang bisa melatarbelakangi terjadinya sebuah perselingkuhan. Salah satu faktor yang mungkin jarang disadari adalah gangguan kejiwaan atau psikologis.

"Ternyata, perselingkuhan juga ada yang termasuk ke dalam gangguan serius atau gangguan berat. Gangguan psikis yang berat, gangguan psikologis yang berat," kata psikolog klinis dan konselor keluarga, Novy Yulianty MPsi Psikolog, kepada Republika.co.id.

Baca Juga

Orang dengan kondisi seperti ini bisa merasakan keinginan berselingkuh yang sangat besar. Mereka juga dapat merasakan ketidakpuasan bila hanya menjalin hubungan dengan satu orang.

"(Bila merasakan kondisi serupa) jangan ragu untuk mencari bantuan profesional untuk menggali diri kita seperti apa, karena ada kasus-kasus perselingkuhan yang memang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan kejiwaan," ujar Novy.

Novy menyebut, tindakan berselingkuh dengan intensitas yang sering atau berkali-kali juga bisa berkaitan dengan gangguan jiwa atau psikologis tertentu. Jenis gangguan jiwa atau psikologis yang dapat memberikan dorongan seperti ini bisa berbeda-beda pada tiap orang.

"Misalnya, gangguan kepribadian atau gangguan mood," ujar Novy.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement