Rabu 04 Jan 2023 09:25 WIB

Agar tidak Boncos di 2023, Setop Lakukan Ini pada Uang Anda

Tahun baru bisa jadi momen tepat untuk menghilangkan kebiasaan buruk terkait uang.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Qommarria Rostanti
Hal yang harus dihentikan terkait keuangan agar tidak boncos di 2023. (ilustrasi)
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Hal yang harus dihentikan terkait keuangan agar tidak boncos di 2023. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Kehadiran tahun baru diharapkan membawa harapan dan peluang baru. Bersamaan dengan itu,  seseorang biasanya membuat resolusi atau “janji” untuk membuat hidup menjadi lebih baik. 

Tahun baru juga bisa menjadi momen tepat untuk menghilangkan beberapa kebiasaan buruk tentang uang yang secara sadar merusak kehidupan ekonomi Anda. Berikut ini adalah lima kebiasaan berkaitan dengan uang yang sebaiknya Anda hentikan pada 2023:

Baca Juga

1. Menaruh semua uang di rekening tabungan

Kebanyakan orang memiliki rekening gaji dan menyimpannya dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan likuiditas sehari-hari serta untuk kebutuhan darurat. Pendiri dan kepala penasihat investasi di SahajMoney, Abhishek Kumar, mengatakan itu tidak efisien. Menurut dia, sebagian uang yang Anda miliki sebaiknya digunakan untuk investasi. 

 

2. Menganggap asuransi sebagai investasi

Asuransi dan investasi adalah salah satu hal yang berhubungan dengan keuangan. Masih banyak masyarakat menggunakan produk asuransi konvensional untuk perlindungan sekaligus menabung. Produk asuransi ini umumnya memberikan pertanggungan sebesar 10-15 kali premi tahunan.

Idealnya, seseorang harus memiliki asuransi jiwa setidaknya 10-15 kali pendapatan tahunannya. Ini berarti jika penghasilan tahunan seseorang katakanlah Rp 200 juta, maka dia harus mendapatkan perlindungan sebesar Rp 10 juta. 

“Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan membeli rencana berjangka, kemudian menginvestasikan apapun yang akan Anda tabung dengan tidak membeli produk asuransi konvensional ke dalam campuran portofolio utang dan ekuitas yang terdiversifikasi berdasarkan profil risikonya,” jelasnya dilansir laman Outlook India, Selasa (3/1/2023).

3. Membayar kartu kredit dengan saldo minimum 

Perusahaan kartu kredit menghasilkan uang dengan biaya dari pengguna dan pedagang, serta pendapatan bunga dari pengguna yang tidak membayar tagihan penuh pada akhir bulan.

"Jadi, daripada hanya membayar saldo minimum pada kartu setiap bulan, lunasi seluruh tunggakan. Jika tidak memiliki dana yang cukup, cairkan sebagian tabungan Anda misalnya deposito tetap untuk melunasinya,” kata Kumar.

4. Tidak membaca kontrak terperinci dari investasi dan asuransi 

Penting untuk membaca sebanyak-banyaknya tentang produk investasi atau asuransi yang Anda beli. Selain brosur, banyak informasi tersedia secara daring. 

5. Mengambil pinjaman tanpa jaminan berbunga tinggi

Pinjaman tanpa jaminan terlihat sangat menarik dan menggoda karena dapat disetujui dalam hitungan menit. Namun ingat, Anda harus membayar kembali uang itu dengan tingkat bunga yang sangat tinggi. Apabila gagal bayar, bisa menyebabkan lebih banyak penalti dan biaya. Faktanya, Anda harus menghindari pinjaman semacam itu jika tidak benar-benar diperlukan. Pinjamn jenis tersebut harus menjadi pilihan terakhir meski dalam keadaan darurat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement