Senin 02 Jan 2023 13:03 WIB

Lima Makanan yang Bisa Menangkis Dampak Buruk Polusi

Masuk ke tubuh, polusi akan melepaskan radikal bebas.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Lanskap gedung-gedung di Jakarta, Selasa (20/12/2022). Berdasarkan data dari IQAir, indeks kualitas udara Jakarta berada dikategori sedang dengan konsentrasi polusi udara di angka PM2.5. Dampak radikal bebas dari paparan polusi bisa dilawan dengan antioksidan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Lanskap gedung-gedung di Jakarta, Selasa (20/12/2022). Berdasarkan data dari IQAir, indeks kualitas udara Jakarta berada dikategori sedang dengan konsentrasi polusi udara di angka PM2.5. Dampak radikal bebas dari paparan polusi bisa dilawan dengan antioksidan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang terimbas dampak akibat polusi udara namun tidak menyadarinya. Efeknya bisa berupa kulit menjadi kusam, lebih banyak kerutan, hingga penuaan dini. Tidak cuma dampak buruk terhadap kecantikan, polusi juga bisa memicu gangguan kesehatan.

Ahli gizi Puteri Aisyaffa menjelaskan, polusi yang masuk ke tubuh akan melepaskan radikal bebas yang merupakan sumber masalah. Semisal seseorang punya gangguan asma, asma tersebut bisa sering kambuh, bahkan memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga

"Kini, makin marak pula penelitian yang mengungkap bahwa polusi yang masuk ke tubuh juga menyebabkan masalah bagi orang yang pencernaannya sensitif, misalnya, ketika setiap hari terpapar polusi, gangguan asam lambung yang dimiliki jadi semakin parah," kata Puteri, dikutip dari rilis pers Food Sustainesia, Selasa (2/1/2023).

Untuk menangkis dampak buruk polusi pada tubuh, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya antioksidan. Antioksidan akan menghambat proses oksidasi dalam tubuh, sekaligus mengikat radikal bebas, agar tubuh tidak terganggu akibat polusi. Berikut lima jenis makanan yang disarankan.

1. Sayur

Sumber antioksidan utama, menurut Puteri, adalah bahan makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E. Ketiga vitamin tersebut banyak terkandung dalam sayur dan buah.

Dianjurkan mengonsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari, agar bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan. Muatan antioksidan tinggi bisa dijumpai dalam sayuran hijau, seperti bayam dan kangkung, begitu juga dari wortel, jamur tiram, dan shitake.

2. Buah

Menurut Puteri, kebutuhan tubuh akan antioksidan dari buah-buahan cukup tinggi. Akan lebih baik lagi, jika porsi buah dikombinasikan dengan sayur tinggi antioksidan, sehingga dapat saling melengkapi. Jenis buah yang punya kandungan antioksidan tinggi, antara lain alpukat (vitamin E), tomat (vitamin A dan C), dan jambu yang punya kandungan vitamin C tertinggi dibanding buah lain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement