Selasa 20 Dec 2022 22:34 WIB

Holiday Heart Syndrome Mengintai, Batasi Asupan Berkalori Tinggi Saat Liburan

Kebiasaan makan sehat harus dijaga saat liburan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Muhammad Hafil
Holiday Heart Syndrome Mengintai, Batasi Asupan Berkalori Tinggi Saat Liburan. Foto: Makanan sehat (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Holiday Heart Syndrome Mengintai, Batasi Asupan Berkalori Tinggi Saat Liburan. Foto: Makanan sehat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang musim liburan akhir tahun, para ahli telah memperingatkan tentang Holiday Heart Syndrome. Ini merupakan kondisi komplikasi jantung yang dikaitkan secara langsung dengan kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan minuman beralkohol saat liburan.

Kondisi ini sebagian besar merupakan alarm untuk menghentikan konsumsi makanan dan minuman berlebihan. Namun jika diabaikan, itu bisa menyebabkan kerusakan jantung yang sulit diawasi.

Baca Juga

Tanda-tanda umum yang terkait dengan penyakit ini adalah palpitasi jantung, kelelahan, merasa pusing, rasa tidak nyaman di dada, serta sesak napas.

Dilansir dari Times Of India, Selasa (20/12/2022), Holiday Heart Syndrome, meskipun bersifat reversibel, dikaitkan dengan beberapa komplikasi yang mengancam jiwa. Ini bisa menyebabkan komplikasi kardiovaskular atau jika tidak ditangani dapat memperburuk kondisi yang ada dengan cepat.

Holiday Heart Syndrome juga dapat menyebabkan aritmia yang mengancam jiwa dan pneumonia yang didapat masyarakat. Masalah ini juga bisa menyebabkan tromboemboli yakni penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah.

Sementara itu, sebuah studi dari Swedia mengungkap bahwa kasus holiday heart syndrome meningkat 15 persen selama liburan natal dan tahun baru. Adapun risiko yang lebih tinggi terlihat pada kelompok lansia (75 tahun ke atas), lalu mereka yang diketahui menderita diabetes, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit arteri koroner.

"Kami mengamati risiko infark miokard yang lebih tinggi selama liburan natal/tahun baru dan pertengahan musim panas. Kami mengamati insiden puncak yang menonjol pada minggu kalender ke-52, Senin, dan pada Jam 8 pagi," demikian kata peneliti.

Pakar kesehatan mengingatkan, meskipun libur akhir tahun waktunya untuk bersantai, namun tetap saja tidak boleh mengganggu kebiasaan makan. Hindari mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh, batasi minuman alkohol dan gula.

Tindakan pencegahan lainnya seperti istirahat yang cukup, minum obat jika sudah diresepkan dan berkonsultasi dengan dokter harus dilakukan.

Sumber:

https://m.timesofindia.com/life-style/health-fitness/health-news/what-is-holiday-heart-syndrome-what-are-the-key-signs/photostory/96343285.cms?picid=96343319

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement