Sabtu 19 Nov 2022 07:28 WIB

Awas, Sembelit Gejala yang Paling Mendekati ke Arah Kanker Usus Besar

Studi ungkap kebiasaan buang air besar menjadi pertanda dari kanker usus besar.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah
Studi ungkap kebiasaan buang air besar menjadi pertanda dari kanker usus besar.
Foto: www.freepik.com.
Studi ungkap kebiasaan buang air besar menjadi pertanda dari kanker usus besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Baru-baru seorang pria Inggris berusia 63 tahun di diagnosis Kanker usus stadium lanjut. Salah satu gejala yang dirasakan adalah buang air besar (BAB) yang tidak teratur. Benarkah BAB tidak teratur menandakan adanya kanker pada usus Anda?

Dilansir dari laman Express.co.id, Sabtu (19/11/2022), kanker usus adalah pembunuh kanker terbesar kedua di Inggris. Menemukan gejalanya sejak dini adalah kunci untuk mengubah statistik yang suram.

Baca Juga

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam ANZ Journal of Surgery, tiga kebiasaan buang air besar yang berubah dapat menandakan penyakit mematikan tersebut. Di tengah meningkatnya insiden kanker usus pada orang muda, para peneliti berusaha untuk mengkarakterisasi sifat kebiasaan buang air besar yang berubah pada pasien muda yang didiagnosis menderita kanker usus.

Audit retrospektif dilakukan terhadap pasien dewasa di bawah 45 tahun yang dirawat di unit Bedah Kolorektal (Rumah Sakit Dandenong, Victoria) dari tahun 2011 hingga 2019 untuk reseksi kanker kolorektal. Peneliti membandingkan karakterisasi diri pasien tentang kebiasaan buang air besar mereka (dari rekam medis) dengan data klinis dan patologis. 

 

Sebanyak 75 pasien diidentifikasi, berusia antara 18 dan 45 tahun. Empat puluh dua (56 persen) mengalami perubahan kebiasaan buang air besar (kebiasaan buang air besar yang tidak teratur, konstipasi dan diare. "Sembelit mendekati signifikansi terkait dengan kanker kolon sisi kiri", tulis para peneliti.

Selain itu, kelelahan mendekati signifikansi terkait dengan kanker usus besar sisi kanan. "Yang cenderung tidak disertai perdarahan atau konstipasi, dan mendekati signifikansi karena cenderung tidak disertai diare," tambah penulis.

Jadi sembelit dikaitkan dengan kanker usus besar sisi kiri, sedangkan kanker usus besar sisi kanan lebih kecil kemungkinannya untuk muncul dengan sembelit atau diare.

“Temuan kami memperkuat perlunya dokter untuk mempertimbangkan kanker kolorektal sebagai diagnosis banding pada pasien muda dengan kebiasaan buang air besar yang berubah, atau pada pasien dengan kelelahan tanpa adanya gejala usus tertentu," ujar peneliti.

Penelitian prospektif lebih lanjut diperlukan untuk lebih menentukan kebiasaan buang air besar dalam kohort ini. Menanggapi hal itu, National Health Services (NHS) menyarankan untuk segera menemui dokter jika Anda memiliki gejala kanker usus selama tiga minggu atau lebih. Menurut badan kesehatan itu, ketika Anda pertama kali menemui dokter umum, mereka akan menanyakan gejala Anda dan apakah Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement