Rabu 16 Nov 2022 07:03 WIB

5 Penyakit yang Paling Sering Saat Musim Hujan

Suhu di musim hujan memudahkan virus untuk berkembang biak dan berpindah tempat.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Dwi Murdaningsih
Anak sakit (ilustrasi)
Foto: www.pixabay.com
Anak sakit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada beberapa penyakit yang menjadi lebih sering muncul ketika musim penghujan tiba. Beberapa di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Apa penyebabnya?

Menurut dokter umum dari RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr Kristanti Diliasari, suhu udara cenderung menjadi lebih dingin di musim hujan. Suhu seperti ini bisa memudahkan virus untuk berkembang biak dan berpindah tempat.

Baca Juga

Di sisi lain, suhu yang dingin ternyata turut berdampak pada kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh manusia, lanjut dr Kristanti, bekerja lebih lemah di suhu yang dingin.

"Akibatnya, virus lebih mudah untuk menginfeksi tubuh," ujar dr Kristanti melalui surel yang diterima Republika.co.id.

 

Di sisi lain, musim hujan kerap mendatangkan banjir. Banjir ini dapat menjadi media yang memungkinkan bakteri dan virus untuk menyebar lebih cepat.

"Virus Covid-19 saat ini juga masih perlu diwaspadai. Jika tidak benar-benar menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan, Anda akan dengan mudah terkena penyakit," jelas dr Kristanti.

Setidaknya, ada lima penyakit yang kerap mengintai di musim penghujan dan perlu diwaspadai. Berikut ini adalah kelima penyakit tersebut menurut dr Kristanti.

1. ISPA

ISPA merupakan penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Beberapa di antaranya adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan Covid-19.

"Kandungan air yang tinggi di udara mendukung berbagai mikroorganisme berbahaya berkembang biak lebih cepat daripada di iklim yang lebih hangat dan lebih kering," lanjut dr Kristanti

2. Diare

Diare merupakan gangguan buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair dan intensitas yang lebih sering dari biasanya. Diare terjadi karena adanya kontaminasi bakteri atau virus pada saluran pencernaan.

Dalam kondisi hujan dan banjir, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diare. Faktor tersebut adalah kurangnya akses terhadap air bersih, sanitasi lingkungan yang kurang baik, tidak menjaga kebersihan diri, serta mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

3. Demam tifoid

Demam tifoid merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini biasanya ditemukan pada makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri ini juga dapat ditularkan dari orang yang terinfeksi.

4. Demam berdarah

Saat musim hujan, terdapat banyak genangan air sisa hujan yang menjadi tempat nyamuk untuk berkembang biak, tak terkecuali jenis nyamuk aedes aegypti yang merupakan vektor atau pembawa virus dengue. Tak heran bila jumlah kasus demam berdarah kerap meningkat saat memasuki musim hujan.

5. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan kuman leptospira yang berbentuk spiral kecil disebut spirochaeta. Bakteri yang menyebar melalui urine tikus ini dapat menembus kulit atau lapisan-lapisan kulit dalam (mukosa) manusia normal. Penyakit ini dapat menyebabkan kulit kekuningan, mukosa mengering, demam tinggi, sakit kepala, hingga diare atau sembelit.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement