Jumat 21 Oct 2022 01:45 WIB

Long Covid Jadi Pandemi Tersembunyi di Inggris

Sekitar dua juta warga Inggris terdampak oleh long Covid.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Long Covid adalah kondisi yang terjadi ketika gejala Covid-19 bertahan lebih dari empat pekan setelah seseorang terinfeksi.
Foto:

Dr Brian O'Connor dari Cromwell Hospital mengungkapkan bahwa gejala long Covid kerap memicu disabilitas atau kesulitan pada para penderitanya. Sejauh ini, gejala long Covid yang paling sering dia temukan pada pasien adalah lelah ekstrem dan kesulitan berkonsentrasi. Gejala lain yang juga kerap dialami penderita long Covid adalah nyeri pada kaki, ruam kulit, dan parosmia atau distorsi indra penciuman dan pengecap.

"Makanan yang semula Anda rasa nikmat bisa terasa seperti muntah atau kotoran," jelas Dr O'Connor.

Secara umum, Dr O'Connor mengatakan kondisi long Covid lebih banyak dikeluhkan oleh kelompok usia kerja, terutama usia 35 tahun ke atas. Terkait jenis kelamin, long Covid tampak lebih sering mengenai wanita dibandingkan pria.

"Pasien-pasien dengan long Covid yang saya temui cenderung orang-orang yang sebelumnya bertubuh sehat sebelum sakit," ujar Dr O'Connor.

Berdasarkan data per Juni lalu, ada sekitar satu dari 17 orang di Inggris yang terkena Covid-19. Dari seluruh orang yang pernah terkena Covid-19 ini, sebanyak tiga hingga 12 persen di antaranya berpotensi mengalami long Covid selama lebih dari tiga bulan. Mengingat tren Covid-19 kembali meningkat di Inggris saat ini, kasus long Covid di negara tersebut diprediksi akan semakin banyak dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement