Kamis 13 Oct 2022 00:29 WIB

Sempat Dikira Jerawat, Khloe Kardashian Ternyata Alami Kanker Kulit

Kanker kulit bisa diobati dengan baik apabila terdeteksi sejak dini

Rep: Adysha Citra R./ Red: Christiyaningsih
Khloe Kardashian sempat mengalami kanker kulit. Ilustrasi.
Foto: EPA
Khloe Kardashian sempat mengalami kanker kulit. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Selebritas Khloe Kardashian sempat mengira benjolan kecil yang muncul di area wajahnya sebagai jerawat biasa. Siapa sangka, 'jerawat tersebut merupakan benjolan tumor yang disebabkan oleh kanker kulit melanoma.

"(Saya) mengira benjolan itu bukan masalah besar seperti jerawat," ungkap Khloe melalui unggahan story di akun Instagram pribadinya.

Baca Juga

Namun setelah tujuh bulan berlalu, benjolan kecil tersebut masih tetap ada di pipinya. Hal ini mendorong Khloe untuk menemui dokter dan menjalani biopsi sebanyak dua kali. "(Biopsi kedua dilakukan) karena para dokter menemukan sesuatu yang sangat langka untuk orang seusia saya," lanjut Khloe.

Dua dokter yang memeriksa benjolan di wajah Khloe mengungkapkan bahwa benjolan tersebut muncul akibat melanoma. Keduanya menganjurkan Khloe untuk segera melakukan operasi pengangkatan benjolan melanoma di wajahnya tersebut.

Tanpa membuang banyak waktu, Khloe melakukan saran dokter untuk mengangkat benjolan di wajahnya. Kini, benjolan tersebut sudah berhasil terangkat sepenuhnya dan Khloe sedang menjalani proses pemulihan.

"Anda akan terus melihat saya menggunakan perban ini di wajah saya, dan ketika saya boleh melepasnya, Anda mungkin akan melihat bekas luka, sampai saat itu tiba, saya harap Anda menyukai bagaimana saya membuat perban di wajah ini terlihat menakjubkan," canda wanita berusia 38 tahun tersebut.

Khloe menambahkan, ini merupakan kali kedua dia bergelut dengan melanoma. Khloe terkena melanoma untuk pertama kali saat dia berusia 19 tahun. Saat itu, area tubuhnya yang terdampak oleh melanoma adalah kulit di area punggung. "Saya dioperasi untuk mengangkat melanoma itu juga," jelas Khloe.

Berdasarkan pengalamannya ini, Khloe mengimbau orang-orang untuk memeriksa kondisi kulit mereka secara rutin. Pemeriksaan rutin ini tak hanya perlu dilakukan oleh orang yang pernah terkena melanoma seperti dirinya, tetapi juga orang-orang yang sehat. "Saya adalah orang yang sangat rajin menggunakan tabir surya setiap hari, jadi tak ada orang yang benar-benar lepas dari risiko ini. Tolong tanggapi ini dengan serius," jelas Khloe.

Mengenal Melanoma

Seperti dilansir Mayo Clinic, melanoma merupakan jenis kanker kulit paling serius. Kanker ini menyerang sel-sel atau melanosit yang memproduksi melanin. Selain di kulit, melanoma juga bisa mengenai mata dan dalam kasus yang sangat langka mengenai bagian dalam tubuh seperti hidung atau tenggorokan.

Penyebab pasti dari melanoma masih belum benar-benar jelas. Akan tetapi, paparan radiasi UV dari matahari atau mesin penggelap kulit bisa meningkatkan risiko melanoma. Membatasi paparan radiasi UV, seperti menggunakan tabir surya, bisa membantu menurunkan risiko kanker kulit tersebut.

Meski merupakan jenis kanker kulit yang paling serius, melanoma bisa diobati dengan baik apabila terdeteksi sejak dini. Untuk bisa mendeteksi melanoma lebih awal, ada beberapa gejala yang patut diwaspadai. Salah satu gejala awal dari melanoma adalah adanya perubahan pada tahi lalat yang sudah ada sebelumnya. Gejala awal lainnya adalah kemunculan tahi lalat baru yang tak biasa di kulit.

Namun tak semua kasus melanoma diawali dengan tahi lalat. Terkadang, melanoma juga bisa terjadi pada kulit yang tampak normal. Jika menemukan adanya perubahan kulit yang tak biasa, jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement