Jumat 22 Jul 2022 16:31 WIB

Musisi Pusakata akan Mainkan Gitar dan Suling Sekaligus di Jazz Gunung Bromo

Sebagai pembuka, Pusakata akan membawakan lagu Bugis ciptaannya sendiri.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Pusakata dalam konferensi pers jelang penampilan perdananya dalam Jazz Gunung Bromo 2022, Jumat (22/7/2022). Pusakata akan menampilkan kepiawaiannya bermain gitar dan Suling.
Foto: Republika/Rahma Sulistya
Pusakata dalam konferensi pers jelang penampilan perdananya dalam Jazz Gunung Bromo 2022, Jumat (22/7/2022). Pusakata akan menampilkan kepiawaiannya bermain gitar dan Suling.

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Musisi Pusakata akan memainkan alat musik selain gitar di gelaran Jazz Gunung Bromo. Pada penampilan perdananya kali ini, dia akan menampilkan kepiawaiannya bermain suling. 

Tidak hanya itu, dia juga akan menyanyikan lagu ciptaannya yang berbahasa Bugis dengan aransemen berbeda. “Nanti akan ada musisi yang tampil dengan dua alat musik sekaligus, gitar dan suling,” ujar pemain bas Indonesia, Bintang Indrianto, sembari merangkul Pusakata yang duduk di sampingnya dalam konferensi pers jelang pelaksanaan Jazz Gunung Bromo 2022 di Jiwa Jawa Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/7/2022).

Baca Juga

Seusai memutuskan hengkang dari Payung Teduh, Pusakata terus menelurkan lagu-lagu dengan jati dirinya yang idealis, sebut saja seperti “Ruang Tunggu” dan “Menjelma Cahaya”. Termasuk juga sebuah lagu berbahasa Bugis, “Namamu Kueja Pelan-Pelan”.

Baginya, bertahan dengan keyakinannya soal musik membuat dia tidak menyesal meninggalkan kemegahan dari meledaknya Payung Teduh. Pusakata juga ingin mengampanyekan kembali Aksara Lontara yang mungkin sudah banyak dilupakan anak-anak muda jaman sekarang.

 

“Musik buat saya adalah harmoni alam, jaz sesuatu terbaharaui, tidak berbentuk. Sebagai pembuka nanti saya akan membawa lagu Bugis ciptaan saya sendiri. Kalau bukan saya yang bernyanyi bahasa Bugis, siapa lagi?”, ujar Pusakata.

Selain Bromo, rencananya Jazz Gunung juga akan diselenggarakan di gunung lain, seperti Burangrang dan Toba. Namun untuk tahun ini, masih hanya di Bromo digelar dua hari yakni 22-23 Juli 2022.

“Jazz Gunung awal semangatnya memang mengangkat musik-musik etnik. Yang diberikan Djaduk sangat kental etnik dan sangat lokal. Mempresentasikan Indonesia kecil melalui musik,” ujar seniman Butet Kartaredjasa dalam kesempatan yang sama.

Para penampil juga berasal dari berbagai generasi, termuda hingga lawas. Penampil pada hari pertama antara lain Blue Fire Project, Bintang Indrianto feat Ahmad Albar dan Ian Antono, Pusakata, Duo Weeger, Irsa Destiwi & Nesia Ardi, serta SweetSwingNoff. Penampil pada hari kedua adalah Ring of Fire Project feat Jogja Hiphop Foundation, Andien, Gilang Ramadhan, Komodo Project, Andre Dinuth, serta Aditya Ong.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement