Selasa 12 Jul 2022 21:22 WIB

Tidur Posisi Menyamping Kanan atau Kiri, Mana yang Paling Baik?

Masih ada perdebatan terkait posisi tidur menyamping.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Masih ada perdebatan terkait posisi tidur menyamping.
Foto: www.freepik.com.
Masih ada perdebatan terkait posisi tidur menyamping.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidur menyamping merupakan posisi tidur yang paling populer karena digadang dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Namun, masih menjadi perdebatan mengenai arah terbaik untuk tidur menyamping.

Menurut data, sekitar 60 persen orang dewasa tidur dalam posisi menyamping. Sebagian orang meyakini bahwa tidur menyamping ke arah kanan merupakan yang terbaik. Namun, tak sedikit pula yang beranggapan sebaliknya.

Baca Juga

Dari kacamata medis, tidur menyamping ke sisi kiri dan kanan ternyata sama-sama memiliki kelebihannya tersendiri. Di saat yang sama, kedua posisi ini juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekuaran dari tidur menyamping, seperti dilansir CNet, Selasa (12/7/2022).

 

Kelebihan Tidur Menyamping

Tidur menyamping merupakan posisi tidur alami yang disukai oleh banyak orang. Sebagian manfaat dari tidur menyamping adalah dapat mengurangi insomnia dan kurang tidur.

Selain itu, tidur menyamping juga dapat membantu meringankan keluhan nyeri punggung. Alasannya, posisi tidur menyamping dapat membuat tulang punggung dalam posisi lurus. Selain itu, posisi tidur ini juga bisa mengurangi tekanan pada area cervical dan lumbar di tulang punggung.

Manfaat lain dari tidur menyamping adalah bisa mengurangi dengkuran. Hal ini bisa terjadi karena tidur menyamping dapat membantu mencegah lidah menutupi jalur napas.

Tak hanya itu, tidur menyamping ke arah kiri juga baik bagi kesehatan usus. Posisi tidur ini dapat meringankan keluhan masalah pencernaan, seperti kembung, sembelit, dan heartburn.

Posisi tidur menyamping pun diketahui dapat memberikan manfaat bagi otak. Seperti diketahui, otak akan membuang "racun" atau limbah saat tidur. Studi-studi menunjukkan bahwa proses ini bisa berjalan paling efektif ketika orang-orang tidur menyamping.

 

Kekurangan Tidur Menyamping

Meski memiliki kelebihan, tak semua orang cocok untuk tidur dalam posisi menyamping. Bagi penderita glaukoma atau hidung tersumbat, posisi tidur menyamping tidak disarankan karena dapat memberikan tekanan pada area sekitar mata.

Selain itu, tidur menyamping juga dapat memberikan dampak kurang baik bila dilakukan di atas kasur yang firm atau keras. Tidur menyamping pada kasur seperti ini justru dapat meningkatkan tekanan pada pundak, pinggul, dan lutut. Kasur yang terlalu lembut juga tidak cocok digunakan untuk tidur menyamping. Alasannya, kasur seperti ini akan membuat tubuh melekuk terlalu dalam sehingga tulang punggung tak lagi dalam posisi alami.

 

Sisi Kanan atau Kiri?

Kedua sisi ini sebenarnya baik. Untuk menentukan sisi yang terbaik bagi diri sendiri, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Hal-hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Secara umum, tidur menyamping ke sisi kiri merupakan yang terbaik dari segi kesehatan. Posisi ini bisa menunjang kelancaran proses pencernaan karena posisi lambung secara alami berada di sisi kiri tubuh.

Tidur menyamping ke sisi kiri juga sangat dianjurkan bagi orang yang kerap mengeluhkan refluks asam atau heartburn karena dapat meringankan gejala. Kelebihan lain dari tidur menyamping ke sisi kiri adalah dapat memperbaiki sirkulasi darah. Bagi ibu hamil, sirkulasi darah yang optimal sangat penting untuk dijaga demi menjamin kelancaran aliran darah ke plasenta.

Di sisi lain, tidur menyamping ke sisi kanan juga dapat memberikan beberapa manfaat. Menurut sebuah studi misalnya, tidur menyamping ke sisi kanan bisa membantu mengurangi tekanan ke jantung. Alasannya, tidur pada posisi ini dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi jantung di dalam rongga dada.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement