Ahad 26 Jun 2022 22:45 WIB

Lompatan Semesta yang Berani dari Everything Everywhere All at Once

Everything Everywhere All at Once dibintangi Michelle Yeoh.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Film Everything Everywhere All At Once yang dibintangi Michelle Yeoh sudah tayang di bioskop sejak Rabu (22/6/2022).
Foto: A24
Film Everything Everywhere All At Once yang dibintangi Michelle Yeoh sudah tayang di bioskop sejak Rabu (22/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayangkan jika alam semesta ini benar-benar tak berujung dan kita memiliki kemampuan untuk melompati setiap semesta. Mungkin kita akan seperti Evelyn Wang (Michelle Yeoh) yang merasa kebingungan, takut, sekaligus sedih menyaksikan bagaimana nasib diri di semesta lain lebih menantang, mujur, dan mengasyikan.

Evelyn Wang merupakan karakter utama film Everything Everywhere All at Once arahan duo sutradara Daniel Kwan dan Daniel Scheinert. Di film ini, Evelyn dikisahkan terjebak dalam dunia paralel di mana ia melihat versi dirinya sendiri yang lain di berbagai semesta yang menampilkan unsur fantasi, komedi gelap, dan aksi.

Baca Juga

Saat film dimulai, penonton disuguhkan dengan kesibukan dan problematika hidup Evelyn sebagai pemilik laundry yang tinggal di atas area bisnisnya yang sempit dengan tumpukan dokumen audit dari Lembaga Pajak AS (IRS). Pikirannya semakin runyam setelah mendapat kabar bahwa ayahnya yang sudah tua (James Hong) datang untuk tinggal dan berjuang bersamanya, sang suami Waymond (Ke Huy Quan), dan putrinya yang sudah dewasa Joy (Stephanie Hsu).

Tapi, saat bertemu dengan agen IRS (Jamie Lee Curtis), kejadian aneh mulai terjadi begitu suaminya sendiri menarik Evelyn masuk ke dalam petualangan multiverse dan menempatkan perempuan itu pada petualangan gelap dan menegangkan. Evelyn terjerumus ke dalam meta-fisik "verse-jumping", beralih dari Gedung IRS ke sarang penjahat nihilistik bernama Joku Tupaki.

Everything Everywhere All at Once yang juga diproduksi oleh Russo Brothers (sutradara Captain America Civil War, Avengers Infinity War, dan Avengers Endgame) ini sudah tayang di Indonesia sejak Rabu (22/6/2022). Sebetulnya, konsep melompati semesta atau multiverse sudah diperkenalkan di film Marvel Doctor Strange in the Multiverse of Madness dan itu bisa menjadi bekal untuk memahami film berperingkat 17+ ini.

Namun, berbeda dengan konsep multiverse Marvel, Everything Everywhere All At Once menawarkan lompatan semesta yang lebih gila, berani, dan bebas karena pada dasarnya ini adalah film asli sehingga tak terbebani dengan narasi sebelumnya. Film ini disajikan dalam tiga babak yang diambil dari judulnya, yaitu Everything, Everywhere, dan All at Once.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement