Senin 30 May 2022 11:06 WIB

Tampil di Final Liga Champions, Camila Cabello Kesal Disoraki Penonton

Tampil di Final Liga Champions, Camila Cabello Kesal Disoraki Penonton

Rep: viva.co.id/ Red: viva.co.id
Camila Cabello.
Camila Cabello.

VIVA – Penyanyi keturunan Kuba-Amerika yang juga mantan personel Fifth Harmony, Camila Cabello mendadak menjadi sorotan publik. Nama Camila Cabello bahkan berhasil menjadi trending topic sejak Senin pagi 30 Mei 2022.

Mantan kekasih Shawn Mendes ini menjadi perhatian setelah menumpahkan kekesalannya melalui akun twitter terkait pendukung salah satu klub sepak bola. Pada Minggu 29 Mei waktu Prancis, Camila Cabello diketahui menjadi pengisi acara jelang laga final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid.

Camila Cabello yang menyanyikan empat lagu mulai dari Senorita, Havana, Bam Bam, dan Don't Go Yet sebelum pertandingan dimulai itu diketahui kurang mendapat sambutan yang tak mengenakkan dari fans salah satu tim yang berlaga.

Dilansir dari laman Express, fans terdengar mencemooh Camila Cabello saat naik ke atas panggung yang berlokasi di tengah lapangan sebelum bergulirnya waktu kick off pertandingan yakni pukul 20.00 waktu setempat.

Melalui akun Twitternya, Camila Cabello sempat mengutarakan ungkapan kekesalannya terhadap kondisi tersebut.

"Memutar ulang penampilan kami dan saya tidak percaya orang-orang menyanyikan lagu tim mereka sendiri begitu keras selama pertunjukan kami. Seperti tim saya dan saya bekerja tanpa lelah begitu lama untuk membawa getaran yang tepat dan memberikan pertunjukan yang bagus," tulis Camila Cabello.

Tidak hanya itu, Camila Cabello juga sempat menuliskan bagaimana sikap fans itu yang disebutnya begitu kasar.

"Sangat kasar tapi terserah. AKU SENANG U GUYS MENYUKAINYA," tulis Camila Cabello. Sayangnya tweet itu pun kini telah dihapus oleh Camila, meski demikian netizen telah meng-capture ungkapan sang diva tersebut.

 

Untuk diketahui dalam laga final Liverpool dan Real Madrid pada Minggu waktu Prancis diketahui sempat begitu tegang.

Fans Reds sangat marah ketika mereka berjuang untuk memasuki Stade de France, di tengah semprotan merica dan gas air mata oleh Polisi Prancis.

UEFA telah mendapat kecaman keras karena perlakuan terhadap para pendukung di luar lapangan menjelang kemenangan 1-0 Madrid atas tim Liga Premier. Pertandingan, bersama dengan penampilan pra-pertandingan Cabello, tertunda lebih dari setengah jam karena ribuan orang masih berada di luar.

Sementara itu, Liverpool telah menuntut penyelidikan terhadap pengorganisasian 80.000 orang dalam malam final tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan masalah masuk stadion dan kerusakan perimeter keamanan yang dihadapi penggemar Liverpool malam ini di Stade de France. Ini adalah pertandingan terbesar di sepak bola Eropa dan para pendukung tidak harus mengalami adegan yang kami saksikan malam ini. Kami secara resmi telah meminta penyelidikan resmi atas penyebab masalah yang tidak dapat diterima ini," tulis akun fans.

UEFA telah menyalahkan penggemar yang mereka klaim membeli tiket 'palsu'.\

"Menjelang pertandingan, pintu putar di ujung Liverpool diblokir oleh ribuan penggemar yang telah membeli tiket palsu yang tidak berfungsi di pintu putar. Ini menciptakan penumpukan penggemar yang mencoba masuk. Akibatnya, kick off ditunda selama 35 menit untuk memungkinkan sebanyak mungkin penggemar dengan tiket asli untuk mendapatkan akses," jelas organisasi sepak bola Eropa itu.

Mereka menambahkan,"ketika jumlah orang di luar stadion terus bertambah setelah kick off, polisi membubarkan mereka dengan gas air mata dan memaksa mereka menjauh dari stadion. UEFA bersimpati kepada mereka yang terkena dampak peristiwa ini dan akan segera meninjau masalah ini bersama dengan polisi dan pihak berwenang Prancis, dan dengan Federasi Sepak Bola Prancis,” lanjut pernyataan dari UEFA.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan viva.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab viva.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement