Selasa 03 May 2022 05:06 WIB

Suplemen yang Disarankan untuk Usia di Atas 50

Pada usia di atas 50, tubuh kurang mampu menyerap dan menggunakan nutrisi.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti
Suplemen yang disarankan untuk usia di atas 50 tahun (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Suplemen yang disarankan untuk usia di atas 50 tahun (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli mengingatkan, seiring bertambahnya usia, Anda mungkin semakin mengalami malabsorpsi vitamin dan mineral penting. Ini berarti meskipun Anda mengonsumsi makanan lengkap yang terdiri atas semua makanan tepat, tubuh Anda mungkin menjadi kurang mampu menyerap dan menggunakan nutrisi.

Para ahli mengatakan, bagi banyak orang, ini mulai terjadi setelah berusia 50 tahun. Jadi mungkin berguna untuk memasukkan suplemen makanan tertentu ke dalam rutinitas harian Anda.

Dilansir di laman Best Life Online pada akhir April lalu, vitamin B12 sangat penting untuk menjaga fungsi otak yang sehat dan mengembangkan sel darah merah yang sehat. Namun seiring bertambahnya usia, tubuh Anda mungkin menjadi kurang mampu mengekstrak vitamin dari sumber makanan.

Beberapa orang di atas usia 50 mengalami kesulitan menyerap vitamin B12 yang ditemukan secara alami dalam makanan. "Mereka mungkin perlu mengonsumsi suplemen vitamin B-12 dan makan makanan yang diperkaya dengan vitamin ini," tulis National Institutes of Health (NIH).

Sementara pria dan wanita di atas 50 membutuhkan jumlah vitamin B12 yang sama per hari (2,4 mikrogram), wanita dapat mengambil manfaat lebih banyak dari suplemen karena mereka sering lebih sulit menyerap vitamin dari makanan. Akibat kadar vitamin B-12 yang tidak mencukupi, banyak wanita lanjut usia menderita anemia defisiensi vitamin.

Ahli diet kesehatan untuk Program Hidup Sehat Mayo Clinic, Jason Ewoldt, merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen ini jika Anda berusia di atas 50 tahun. Anda juga sebaiknya tetap berusaha mengemas diet Anda dengan makanan yang kaya akan B12. "Sumber vitamin B12 terbaik adalah telur, susu, daging tanpa lemak, ikan, dan makanan yang diperkaya seperti sereal dan biji-bijian," ujar Ewoldt.

"Vegan khususnya, perlu memilih lebih banyak makanan yang diperkaya, tetapi bahkan orang tua yang makan semua makanan mungkin mengalami kesulitan menyerap cukup vitamin B-12," kata dia.

Dia mengatakan, buah-buahan dan sayuran juga merupakan bagian penting dari makanan yang seimbang. Ewoldt juga merekomendasikan agar Anda tetap terhidrasi dengan baik karena vitamin B-12 larut dalam air (artinya larut dalam air, bukan lemak).

"Pastikan untuk minum banyak air, bahkan jika Anda tidak merasa haus. Bawalah botol air, dan minum segelas setiap kali makan," ujarnya.

Sementara banyak suplemen vitamin datang dengan risiko efek samping, NIH mengatakan bahwa suplemen vitamin B12 dianggap aman pada dosis yang dianjurkan. "Vitamin B12 belum terbukti menyebabkan bahaya, bahkan pada dosis tinggi," tulis NIH.

"Tubuh Anda hanya menyerap sebanyak yang dibutuhkan, dan kelebihan apa pun melewati urin Anda," ujar Mayo Clinic.

Namun, ahli klinik mencatat bahwa Anda harus berbicara dengan dokter Anda sebelum memulai rejimen baru yang mencakup suplemen makanan. Secara khusus, pastikan untuk mendiskusikan obat lain yang mungkin Anda gunakan untuk mengurangi risiko interaksi obat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement