Sabtu 16 Apr 2022 12:50 WIB

Imam Darto Naksir Sepeda Motor Listrik tapi Masih Ragu

Imam Darto mengaku mulai tertarik untuk memiliki sepeda motor listrik

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Presenter dan penyiar radio Imam Darto mengaku mulai tertarik untuk memiliki sepeda motor listrik. Ilustrasi.
Foto: Wikipedia
Presenter dan penyiar radio Imam Darto mengaku mulai tertarik untuk memiliki sepeda motor listrik. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Publik figur dan pencinta otomotif Imam Darto mengaku mulai tertarik untuk memiliki sepeda motor listrik yang dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya lebih hemat dibandingkan sepeda motor bensin.

"Saya masih dalam tahap melihat, menjajaki, dan mengamati. Sudah mulai naksir ke arah sana," ujar Darto di Jakarta, Jumat (15/4/2022).

Baca Juga

Namun, Darto tidak memungkiri bahwa masih terdapat beberapa kekhawatiran saat mengendarai motor ramah lingkungan tersebut, salah satunya ketika baterai habis. "Sekarang kita terbiasa bensin habis isi jalan lagi. Dan ini ketika baterai habis bingung. Harus cari colokan dulu dan misalnya lagi touring in the middle of no where kita harus cari colokan di mana, yang kayak gitu-gitu," kata pria yang melejit namanya sebagai penyiar radio itu.

Namun, Darto optimistis sepeda motor listrik akan berkembang di masa depan. Hal itu menurutnya mulai terlihat tatkala sejumlah penyedia layanan ojek daring sudah mulai menyediakan sepeda motor listrik sebagai armada. "Sekarang sudah banyak berseliweran dan dipakai harian oleh ojek online jadi kenapa tidak (menggunakan motor listrik)," ucap Darto.

Perwakilan dari komunitas sepeda motor listrik Electric Exhibition, Dharmawan, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir tentang ketersediaan infrastruktur pengisian daya untuk sepeda motor listrik. Ini lantaran motor tersebut dapat diisi daya melalui soket listrik rumah.

"Infrastrukturnya itu banyak banget sebenarnya. Di rumah, di kamar banyak colokan dan itu tinggal colok. SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) dari PLN juga sudah banyak," kata Dharmawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement