Sabtu 19 Mar 2022 12:13 WIB

Orang Tua Mendiang Sinematografer Film Rust Masih Bertahan di Ukraina

Mendiang sinematografer film Rust, Halyna Hutchins, berdarah Ukraina.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Foto sinematografer Halyna Hutchins dipajang dalam acara peringatan kematiannya, Sabtu (23/10). Halyna yang berdarah Ukraina meninggal setelah tertembak senjata properti film Rust yang dipegang aktor Alec Baldwin.
Foto: AP
Foto sinematografer Halyna Hutchins dipajang dalam acara peringatan kematiannya, Sabtu (23/10). Halyna yang berdarah Ukraina meninggal setelah tertembak senjata properti film Rust yang dipegang aktor Alec Baldwin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Matthew Hutchins mengatakan bahwa keluarga mendiang istrinya yang merupakan sinematografer Rust Halyna Hutchins masih berada di Kyiv, Ukraina. Ia menyebut, mereka bahkan telah mempersiapkan diri jika hal terburuk terjadi.

"Adik Halyna, Svetlana, berhasil keluar dengan selamat dari Kyiv ke Rumania bersama putrinya yang berusia tiga tahun dan akan melanjutkan perjalanan ke Eropa Barat," tulisnya di Twitter, dilansir laman Fox News, Sabtu (19/3/2022).

Baca Juga

Sementara itu, menurut Matthew, orang tua Halyna masih bertahan di Kyiv dan telah mempersiapkan diri yang terburuk. Ibu Halyna, Olga, masih bekerja sebagai perawat di rumah sakit tempat dia bekerja selama lebih dari 30 tahun.

Pada tanggal 7 Maret 2022, kurang lebih seminggu setelah Rusia menginvasi negara itu, Matthew menyatakan bahwa keluarga Halyna terjebak di Ukraina. Mereka tidak bisa mengungsi karena perjalanan masih sangat berbahaya.

"Pengungsi Ukraina membutuhkan koridor kemanusiaan," tulisnya.

"Keluarga Halyna terjebak di Kyiv karena bahaya perjalanan. Ibunya terus bekerja di rumah sakit tempat dia menjadi perawat selama lebih dari satu dekade karena negaranya membutuhkannya, tetapi juga karena mereka tidak dapat pergi dengan selamat."

Matthew telah mengungkapkan pendapatnya tentang perang Rusia-Ukraina di Twitter. Dia menyerukan zona larangan terbang di atas Ukraina dan mendesak China untuk bertindak.

"Ukraina membutuhkan zona larangan terbang," tulisnya.

"China perlu meningkatkan dan melakukan apa yang tidak bisa dilakukan NATO. Intervensi China untuk menjamin kedua belah pihak akan menjauh dan tidak menggunakan pengeboman roket dari pasukan darat akan meningkatkan posisi global China dan menyelamatkan muka bagi Vladimir Putin," tuturnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement