Selasa 01 Mar 2022 19:19 WIB

Tips Cara Jaga Kesehatan Pendengaran Bagi Orang yang Sering Pakai Headset Berjam-jam

Pemakaian headset berjam-jam dapat menganggu kesehatan pendengaran.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Reiny Dwinanda
Mendengarkan musik dengan memakai headset (ilustrasi). Setelah menggunakan headset selama satu jam, istirahatkan pendengaran selama satu jam.
Foto: www.freepik.com
Mendengarkan musik dengan memakai headset (ilustrasi). Setelah menggunakan headset selama satu jam, istirahatkan pendengaran selama satu jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering pakai headset berjam-jam? Penggunaan peranti dengar memang dapat memudahkan orang dalam menangkap percakapan saat pertemuan secara daring, namun kebiasaan itu juga berisiko terhadap kesehatan pendengaran.

"Penggunaan headset saat meeting online maupun aktivitas lain perlu dibatasi," jelas Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PP Perhati KL), Jenny Bashiruddin, dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga

Kebiasaan menggunakan headset dengan volume tinggi dapat memicu gangguan pendengaran. Dr Jenny mengingatkan agar volume headset tidak terlalu besar.

"Setidaknya, 60 persen dari volume yang ada," ujar dr Jenny.

 

Agar kesehatan pendengaran terjaga, hentikan penggunaan headset setelah satu jam. Istirahatkan telinga selama sejam.

Dr Jenny juga menyerukan masyarakat melakukan pemeriksaan telinga secara rutin untuk membersihkan kotoran telinga. Kotoran telinga berupa serumen dapat dibersihkan dalam pemeriksaan rutin enam bulan sekali.

"Tapi kalau serumennya itu cepat mengeras maka pemeriksaan dilakukan tiga sampai empat bulan sekali," tutur dr Jenny.

Pada telinga terdapat kelenjar sebasea dan kelenjar serumen yang akan menghasilkan kotoran di sepertiga lubang. Seharusnya, kotoran tersebut bisa keluar sendiri dan kalaupun mau dibersihkan itu tidak boleh menggunakan cotton buds.

Pemakaian cotton buds justru akan merusak. Sebaiknya, cotton buds hanya dipakai untuk membersihkan bagian luar telinga saja.

"Tidak boleh sampai masuk ke dalam telinga agar kotoran tidak terdesak ke dalam," kata dr Jenny.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement