Jumat 28 Jan 2022 16:38 WIB

Tren FOMO dan YOLO Bikin Milenial dan Gen Z Jadi Boros

Tren FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) marak di media sosial.

Belanja online (ilustrasi). Agar tidak boros, gen Z dan milenial perlu belajar menahan diri terhadap godaan sesaat.
Foto: Prayogi/Republika
Belanja online (ilustrasi). Agar tidak boros, gen Z dan milenial perlu belajar menahan diri terhadap godaan sesaat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemengaruh (influencer) Felicia Putri Tjiasaka dan pelaku gaya hidup minimalis Olga Agata mengungkapkan beberapa alasan yang membuat milenial dan generasi Z memiliki kemampuan manajemen keuangan yang payah. Generasi tersebut dianggap lekat dengan gaya hidup yang cenderung lebih boros, sulit menabung, serta tidak terlalu memedulikan investasi untuk kebutuhan mendatang.

"Ada beberapa faktor yang membuat kaum milenial dan gen Z ini boros dan sulit menabung, seperti akses internet yang memperbolehkan kita melihat dunia yang lebih luas dan juga e-commerce yang mendemokratisasi pembelian barang antar kota, provinsi, dan bahkan negara," tutur Felicia dalam keterangan Bank Sampoerna, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Dengan dua kemudahan ini, menurut Felicia, milenial dan gen Z cenderung lebih banyak maunya. Itu yang kemudian membuat mereka menjadi boros.

Felicia mengungkapkan, tren seperti FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once) yang marak di media sosial juga berpengaruh. Demikian pula dengan tantangan menjadi generasi sandwich.

 

Di satu sisi, menurut Felicia, generasi muda ini cenderung lebih paham dan teredukasi dengan investasi terkini. Namun, mereka lebih sulit mengatur pemikiran dan psikologis terkait tren seperti FOMO dan YOLO, jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya."

"Mungkin karena faktor usia yang masih muda dan belum melewati banyak krisis ekonomi," ujar Felicia yang terkenal sebagai investment storyteller.

Oleh karena itu, menurut Felicia, gen Z dan milenial perlu belajar menahan diri terhadap godaan sesaat. Mereka harus memperbaiki pola pikir investasi dengan menghargai proses dan juga belajar untuk konsisten.

"Salah satu cara untuk memastikan keuangan yang sehat serta masa depan finansial aman adalah dengan hidup secukupnya, membuat anggaran harian, bulanan, dan tentunya memiliki tabungan plus dana darurat," tuturnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement