Jumat 07 Jan 2022 00:19 WIB

10 Gejala tak Biasa Covid-19 Akibat Varian Omicron

Infeksi varian omicron tetap dapat memicu gejala yang membuat tak nyaman.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Gejala infeksi SARS-CoV-2 varian omicron berbeda dengan gejala klasik Covid-19.
Foto: republika.co.id
Gejala infeksi SARS-CoV-2 varian omicron berbeda dengan gejala klasik Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi telah menunjukkan bahwa varian omicron cenderung menyebabkan gejala yang lebih ringan, khususnya pada individu yang sudah divaksinasi. Akan tetapi, varian omicron tetap bisa memicu gejala yang tak nyaman dan cenderung unik.

Sejauh ini, ada dua gejala tak biasa yang cukup sering ditemukan pada kasus Covid-19 akibat infeksi SARS-COV-2 varian omicron. Kedua gejala tersebut adalah pink eye atau konjungtivitis dan rambut rontok.

Baca Juga

Gejala konjungtivitis bisa muncul bersamaan dengan gejala-gejala Covid-19 lain, yaitu sekitar dua hari setelah terinfeksi. Sedangkan rambut rontok biasanya muncul menjelang akhir dari masa sakit.

Covid-19 bisa memunculkan gejala pada mata karena SARS-CoV-2 menginfeksi sel di dalam tubuh melalui reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2). Reseptor ini bisa ditemukan di berbagai organ tubuh, termasuk mata. Beberapa area pada mata yang memiliki reseptor ACE2 adalah sel epitel dan retina.

Di sisi lain, rambut rontok mungkin tidak umum terjadi pada kasus Covid-19. Namun, menurut American Academy of Dermatology Association, rambut rontok cukup umum terjadi setelah demam tinggi.

Seseorang bisa dikatakan mengalami rambut rontok (telogen effluvium) bila rambut yang memasuki fase perontokan lebih banyak dibandingkan normal.

Para ahli dari berbagai belahan dunia juga mendapati ada delapan gejala awal Covid-19 lain akibat varian omicron yang sebaiknya tak diabaikan. Gejala-gejala ini cenderung terjadi dengan cepat dan muncul di masa-masa awal penyakit, yaitu sekitar dua hari setelah terpapar Covid-19.

Kedelapan gejala ini biasanya hanya berlangsung sekitar lima hari. Namun, pada sebagian kasus, gejala ini bisa berlangsung lebih cepat atau lebih lama.

photo
Infografis Gejala Omicron Muncul Setelah 48 Jam - (republika.co.id)

Sebagian dari delapan gejala awal infeksi varian omicron tersebut adalah tenggorokan gatal, nyeri di area bawah punggung, dan hidung beringus atau tersumbat. Lima gejala lainnya adalah sakit kepala, kelelahan, bersin, berkeringat di malam hari, serta nyeri badan.

Orang-orang yang mengalami gejala-gejala tak biasa ini sebaiknya tetap waspada dan segera melakukan tes Covid-19. Lakukan isolasi mandiri sampai terbukti bahwa gejala tersebut bukan disebabkan oleh Covid-19.

Baca juga : Studi: Vaksin Covid-19 tak Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement