Selasa 07 Dec 2021 05:05 WIB

Omicron Menyebar Lebih Cepat Dibandingkan Delta

Peneliti sudah menyimpulkan bahwa Omicron menyebar lebih cepat daripada Delta.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Peneliti sudah menyimpulkan bahwa Omicron menyebar lebih cepat daripada Delta.
Foto: www.pixabay.com
Peneliti sudah menyimpulkan bahwa Omicron menyebar lebih cepat daripada Delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti dari Afrika Selatan kini sudah bisa menyimpulkan dengan jelas bahwa varian omicron dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian delta. Ahli juga memprediksi omicron mampu menyebabkan reinfeksi lebih baik dibandingkan varian lain.

Saat ini angka reproduktif (Ro) varian omicron memang masih dipelajari. Akan tetapi, Ro varian omicron diprediksi lebih besar dibandingkan strain original SARS-CoV-2 dan varian delta.

Baca Juga

Seperti diketahui, strain original SARS-CoV-2 memiliki kisaran Ro antara 2.0-3.0. Di sisi lain, varian delta memiliki kisaran Ro sebesar 5.0-7.0.

Meski angka Ro varian omicron belum diketahui, peningkatan infeksi harian di Afrika Selatan tampak mengalami peningkatan hingga 35 persen sejak kemunculan varian Omicron. Angka positivity rate pun meningkat dari 16,5 persen menjadi 22,4 persen hanya dalam satu hari pada Kamis kemarin. Dua pekan sebelumnya, angka positivity rate di Afrika Selatan hanya sekitar 2 persen.

 

"Merupakan hal yang mengejutkan melihat seberapa cepat (omicron) tampak mengambil alih," ujar ahli epidemiologi dari University of Stellenbosch Juliet Pulliam, seperti dilansir SFIST, Selasa (7/12).

Pulliam juga menyoroti kemampuan varian omicron dalam memicu reinfeksi pada orang-orang yang pernah terkena Covid-19 akibat varian lain sebelumnya. Menurut estimasi Pulliam dan tim, varian omicron memiliki kemampuan 2,4 kali lebih baik dalam menyebabkan reinfeksi.

Sejauh ini, kasus Covid-19 akibat varian omicron juga berlipat ganda setiap tiga hari di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan. Di provinsi tersebut, baru terdapat sekitar 30 persen warganya yang sudah vaksinasi lengkap dan 36,5 persen setidaknya sudah mendapatkan satu dosis vaksin.

Per Jumat kemarin, Pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan pernyataan bahwa penyebaran Covid-19 di tengah komunitas akibat vairan omicron telah terjadi di negara tersebut. Varian omicron sudah terdeteksi di enam negara bagian, yaitu New York, Minnesota, Nebraska, Colorado, California, dan Hawaii. Mereka memprediksi kasus Covid-19 akan kembali meningkat dalam waktu dekat.

Kabar baiknya, saat ini panel ahli Food and Drug Administration (FDA) telah merekomendasikan izin penggunaan darurat terhadap obat molnupiravir dari Merck sebagai obat antivirus Covid-19. Dalam waktu dekat, FDA mungkin akan mewujudkan rekomendasi tersebut.

Obat Covid-19 dari Pfizer, Paxlovid, juga akan segera diulas oleh panel ahli FDA. Baik obat dari Merck maupun Pfizer ini telah terbukti efektif dapat mencegah penyakit berat dan kematian pada kasus Covid-19 dalam uji klinis. Paxlovid sendiri memiliki efektivitas mencapai 89 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement