Selasa 02 Nov 2021 08:44 WIB

Candyman: Kembalinya Teror dari Masa Lalu

Candyman terbaru mengalami penyesuaian agar terasa lebih dekat dengan masa kini.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Film Candyman. Remake dari film dengan judul yang sama dari rilisan 1992 itu telah hadir di bioskop Indonesia.
Foto:

Bagi penonton yang belum pernah menonton seri sebelumnya, Candyman (2021) mungkin akan menjadi tontonan yang sedikit rumit. Dalam waktu yang relatif singkat, penonton harus mencerna berbagai informasi mengenai kisah karakter penting dalam film-film terdahulu, seperti Daniel Robitaille, Helen Lyle, dan Sherman Fields.

Di saat yang bersamaan, penonton juga harus mengikuti kisah Anthony di masa kini. Penonton yang tidak familiar dengan film-film sebelumnya juga mungkin tak akan menyadari beberapa easter egg menarik yang dihadirkan dalam Candyman (2021).

Agar pengalaman menonton Candyman (2021) terasa lebih menarik, tak ada salahnya untuk mencoba menonton film-film sebelumnya terlebih dahulu, khususnya yang tayang pada 1992. Candyman kali ini menampilkan kekerasan penuh darah, bahasa kasar, dan adegan seksual.

Selain itu, ada beberapa isu sensitif dan rumit yang turut dihadirkan dalam film, seperti isu rasial, gentrifikasi, dan karakter homoseksual. Oleh karena itu, film berdurasi 91 menit ini hanya ditujukan untuk penonton di berusia 17 tahun ke atas.

Dibutuhkan kesadaran penonton untuk tidak membawa atau mengajak anak dan remaja untuk menonton film yang tidak sesuai dengan usia mereka. Saat ini, bioskop juga mulai menambah kapasitas penonton menjadi 70 persen. Meski sudah mulai mendapatkan kelonggaran, penonton diharapkan tetap menjalani protokol kesehatan dengan tertib selama menonton di bioskop.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement