Jumat 29 Oct 2021 19:18 WIB

Waist Bag Kembali Diminati Selama Pandemi

Nilai kepraktisan membuat 'waist bag' selalu digemari.

Nilai kepraktisan membuat 'waist bag' selalu digemari.
Foto: Flickr
Nilai kepraktisan membuat 'waist bag' selalu digemari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama pandemi COVID-19, waist bag atau fanny packs yang sempat hits di tahun 1990-an kembali jadi fashion item yang digemari. Bukan hanya tampilannya yang tak lekang waktu, namun kepraktisannya menjadikan tas jenis ini selalu diminati. 

Beberapa selebritas dunia tampak mengenakan tas pinggang ini ke sejumlah acara publik seperti Spike Lee saat muncul di Red Carpet Festival Film Cannes ke-74 beberapa waktu lalu. Lee, presiden juri kulit hitam pertama Cannes mengenakan tas hitam crossbody saat di Red Carpet. Dia memadukannya dengan tuksedo hitam dengan aksen kancing merah dan topi beret warna warni.

Baca Juga

Aktor Chris Pine dalam perannya sebagai Steve Trevor di film "Wonder Woman: 1984" tampak keren memakai fanny packs di pingganya yang dipadupadankan dengan jaket bomber hitam dengan kaos putih di dalamnya. Sementara super model Kendal Jenner juga pernah terlihat memakai waist bag Prada pada 2017 dengan memadukannya dengan setelan serba hitam.

Kendall mengenakan waist bag dengan cara diselempangkan di tubuh yang membuatnya terlihat makin jenjang. Prada sendiri mengenalkan fanny packs pertama kali dalam koleksi tasnya pada 1999 yang kini jadi fitur signaturnya.

Waist bag bisa menjadi inspirasi sebagai kado untuk orang-orang tersayang. Hadlan Feryanto, pemilik jenama fashion lokal CV Culture Basic Indonesia mengatakan, harga biasanya menjadi pertimbangan seseorang membeli waist bag.

"Biasanya waist bag dengan kualitas premium harganya bisa sampai Rp250 ribu ke atas, kami rasa harga tersebut cukup tinggi. Sehingga customer akan mempertimbangkan kembali sebelum membeli," kata Hadlan dalam siaran pers pada Jumat (29/10).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement