Selasa 07 Sep 2021 19:58 WIB

Menjaga Imunitas dengan Asupan Sehat dan Bergerak

Olahraga untuk menjaga imunitas dilakukan sesuai kemampuan individu.

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah
Olahraga untuk menjaga imunitas dilakukan sesuai kemampuan individu.
Foto: www.freepik.com.
Olahraga untuk menjaga imunitas dilakukan sesuai kemampuan individu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tetap menjaga imunitas dalam situasi Covid-19 yang tidak menentu sampai saat ini sangat diperlukan dalam upaya menghindari tertular virus. Salah satu upaya menjaga imunitas adalah dari asupan makanan maupun latihan olahraga sesuai tingkat kemampuan individu.

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K), Spesialis Gizi Klinik yang juga aktif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi mengatakan proses bekerja imunitas sangat mudah dipahami. Saat tubuh tidak melakukan apa-apa, imunitas tubuh juga berada di titik awal.

Baca Juga

“Dari aspek gizi, sehabis makan, misalnya tidak bisa langsung olahraga karena ada proses pencernaan di lambung. Ada penelitian orang diabetes setelah 10 menit istirahat, lalu bergerak ternyata reseptor insulin lebih aktif,” kata Samuel dalam Live IG @Lenteradiabetes_drJohan, disimak akhir pekan lalu.

Kemudian perhatikan asupan makanan yang rentan memicu penyakit. Sebut saja gula jahat, lemak jahat dari gorengan, santan, daging rendang.

Samuel mencontohkan santan untuk masakan rendang bisa diganti dengan rempah kemiri yang rasanya mirip. Sebaiknya, pilih makanan berlemak baik maupun kaya vitamin.

“Jangan mikir cuma enaknya saja dari makanan, kan ada minyak ikan, olive oil, canola oil, buah alpukat, kacang jangan digoreng,” jelasnya.

Samuel menambahkan diepebolehkan jika setelah makan kemudian bergerak ringan. Misalnya berjalan setelah malan dari restoran.

Hal yang harus dihindari adalah olahraga atau gerakan berat langsung setelah makan. Adapun pada pasien diabetes, tentu ada pembatasan jumlah makanan sehari-hari. Pasien dapat melakukan latihan setengaj sampai satu jam setelah makan. Makanan yang dikonsumsi mencegah terjadinya kadar gula drop atau hipoglokemi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement