Selasa 31 Aug 2021 12:09 WIB

Alasan Joker Lebih Jahat dari yang Anda Kira

Dari komik hingga layar lebar, Joker selalu menyebarkan ketakutan

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Karakter Joker.
Foto: DC/Warner Bros
Karakter Joker.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Sejak karakternya diperkenalkan di komik DC bertajuk Batman #1 pada 1940, Joker segera jadi penjahat ikonik yang populer. Senjata pembunuhnya adalah Joker Venom, gas yang melumpuhkan sampai korban tewas sambil tertawa menyeringai.

Dari komik ke tayangan animasi hingga layar lebar, badut berjas ungu itu selalu menyebarkan ketakutan di Gotham City dengan berbagai metode penyiksaan. Dia ambil peran dalam berbagai tindak kejahatan yang bahkan tidak terbersit akal sehat.

Jika mengenalnya lebih dekat, penggemar DC bakal menyadari bahwa sosok "Clown Prince of Crime" itu jauh lebih jahat dari yang terlihat. Berikut empat alasan mengapa dia sepatutnya disebut penjahat terburuk sepanjang masa, dikutip dari laman Looper, Selasa (31/8):

1. Tak punya tujuan

 

Sebagian besar tokoh penjahat DC punya tujuan personal, entah itu mendominasi Gotham City, perkara uang, atau keinginan melawan perubahan iklim. Tidak demikian dengan Joker, sebab dia tidak peduli asal bisa memunculkan derita dan kekacauan.

2. Kekasih yang kejam

Memang sulit mengharapkan supervillain jadi kekasih yang lembut dan pengertian. Walaupun, di beberapa cerita ada juga tokoh penjahat tetap bersikap baik kepada orang yang dikasihi, seperti pasangan atau keluarga.

Dalam kasus Joker, dia tidak bisa berkencan dengan seseorang tanpa mendominasi secara fisik dan memanipulasi secara psikologis. Itu bisa dilihat dari sikapnya yang sangat buruk terhadap sang kekasih, Harley Quinn.

3. Banyak menewaskan anak-anak

Sebagian penjahat mungkin berpikir dua kali sebelum mencelakai anak-anak, tapi tidak begitu dengan Joker. Dia tidak segan membunuh Jason Todd alias Robin di salah satu cerita, meski tentunya itu juga keputusan dari pembuat komik.

Joker juga pernah meledakkan sekolah. Kali lain, dia menculik semua bayi di Gotham dan menyandera mereka di kantor polisi yang terbengkalai. Saat Sarah Gordon menemukan dan mencoba menyelamatkan anak-anak, Joker malah menembaknya.

4. Ide gila soal hak cipta

Setelah meracuni saluran air Gotham, Joker membuat para ikan yang berhabitat di sana bermutasi menjadi menyerupai dirinya. Lantas, dia pergi ke kantor hak cipta dengan maksud untuk mematenkan kekayaan intelektual dari "ikan Joker".

Tentu saja dia tahu hal itu mustahil dan ditolak, tapi Joker bersikeras dan malah menyerang para birokrat dengan senjata gasnya. Aksi kejahatannya itu sangat meresahkan, meski ada yang menganggapnya wujud kritik terhadap perkara hak cipta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement