Sabtu 21 Aug 2021 08:14 WIB

Ekspektasi Sutradara “Seperti Dendam” dari Locarno

Sutradara bangga film "Seperti Dendam" mampu bersaing di ajang internasional.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Indira Rezkisari
Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Foto: Dok Palari Films
Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara dan Penulis Skenario “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”, Edwin, merasa sangat bahagia dengan pencapaiannya bersama tim. Ia bersyukur bisa memenangkan Golden Leopard, hadiah utama dari Locarno International Film Festival 2021.

Artinya, kata dia, film Indonesia mampu bersaing di kancah internasional, tak kalah ide dan tak kalah sinematik. Bisa datang ke acara itu saja sudah menjadi pengalaman tersendiri, ia merasa ke sana bukanlah untuk mengejar hadiah tapi untuk memaksimalkan keberuntungan yang didapat.

Baca Juga

“Itu sangat menyenangkan, merasa sangat dihargai, hanya hadir saja sudah kemenangan luar biasa, apalagi sampai apa yang dikerjakan bisa dapat apresiasi seperti itu,” ucap Edwin dalam ramah tamah virtual event film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”, Jumat (20/8).

Locarno International Film Festival ke-74 adalah festival film tertua kedua setelah Venice International Festival Film. Bahkan ada sejarah yang sangat khas dari festival film itu.

Film dari Locarno International Film Festival mempunyai semangat yang sama, yakni membela sebuah bentuk sinema yang terpinggirkan, membicarakan hal terkini dengan sangat sinematis, juga dengan cara bicara yang sinematis. “Kami banyak mendapatkan energi luar biasa dan ingin kami bagikan di Indonesia. Mudah-mudahan kami punya daya tahan untuk tetap berbagi dengan masyarakat, juga merayakan sinema bersama-sama,” ucap sutradara yang juga pernah menembus Festival Film Cannes lewat “Kara, Anak Sebatang Pohon”.

Sebelumnya, Indonesia mendapat kabar baik dari dunia perfilman. Film garapan Edwin, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” atau dengan judul internasionalnya “Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash” membawa pulang Golden Leopard, hadiah utama dari kompetisi internasional (Concorso Internazionale) yang diadakan oleh Locarno International Film Festival 2021.

Film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” bersaing dengan film terbaru Ethan Hawke, “Zeros and Ones” dan sejumlah film dari belahan dunia lainnya. Penghargaan ini adalah catatan spesial karena Edwin jadi orang Indonesia pertama yang memenangkan Golden Leopard.

Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah dimenangkan oleh sutradara kaliber dunia seperti Stanley Kubrick, Mike Leigh, Jafar Panahi, Jim Jarmusch. Selain itu dalam lima tahun terakhir, baru kali ini film panjang Indonesia memenangkan hadiah utama di festival bergengsi Eropa.

Diputar empat kali di Locarno International Film Festival 2021, film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” disambut meriah oleh para penonton dan kritikus internasional. Media hiburan Amerika tersohor Variety, menyebut film itu sebagai suatu kebanggaan.

Film yang diadaptasi dari novel Eka Kurniawan ini dibintangi oleh Marthino Lio (berperan sebagai Ajo Kawir), Ladya Cheryl (Iteung), Reza Rahadian (Budi Baik), Ratu Felisha (Jelita) dan Sal Priadi (Tokek).

Berikutnya, “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” akan berpartisipasi pula di program Contemporary World Cinema, Toronto International Film Festival 2021. Di industri film Amerika, festival ini dianggap sebagai salah satu tolak ukur sebuah film untuk mendapatkan Oscar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement