Selasa 29 Jun 2021 12:27 WIB

Belum Lama Tayang, Fast & Furious 9 Raih Pendapatan Rp 5,8 T

Raihan pendapatan film ini menjadi yang terbesar sejak pandemi Covid-19.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti
Poster film Fast and Furious 9.
Foto: Universal Pictures
Poster film Fast and Furious 9.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES — Film Fast & Furoius 9 (F9) menyemarakkan kembali kehidupan di bioskop dengan mengumpulkan total pendapatan box office domestik (Amerika Serikat) sebanyak 70 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun) pada akhir pekan pertamanya. F9 memulai debutnya secara internasional pada 19 Mei 2021, dan sekarang telah meraup lebih dari 400 juta dolar AS (sekitar Rp 5,8 triliun) secara global. 

Raihan itu menjadi pembukaan terbesar sebuah film sejak pandemi. Angsuran kesembilan dalam waralaba film Fast & Furious, yang dibintangi Vin Diesel dan Michelle Rodriguez hanya tayang di bioskop dan memiliki rilis terluas sejak awal krisis virus corona. Raihan total pendapatan domestik (di AS) Universal Pictures terbaik sebelumnya dipegang oleh film A Quiet Place Part II dengan total 48,4 juta dolar AS (sekitar Rp 701 miliar) pada empat pekan lalu. Itu adalah pembukaan terbesar dari film apa pun sejak film Star Wars: The Rise of Skywalker pada Desember 2019.

"Debut (F9) pada akhir pekan ini benar-benar memicu box office domestik dan menempatkannya di jalur yang luar biasa untuk sisa tahun ini," kata kepala distribusi Universal, Jim Orr, seperti dilansir di laman Wate, Selasa (29/6).

Film A Quiet Place Part II berada di urutan kedua dengan 6,2 juta dolar AS (sekitar Rp 89 miliar). Sinema The Hitman's Wife's Bodyguard menghasilkan 4,88 juta dolar AS (sekitar Rp 70 miliar) di tempat ketiga.

F9, yang rilisnya tertunda beberapa kali, tampaknya muncul tepat waktu di Amerika Utara, di mana penonton muda ingin berada di bioskop. "Ini adalah pertemuan sempurna antara kepercayaan konsumen yang tumbuh dan vaksinasi di Amerika Utara, dengan film-film yang telah dirilis menciptakan momentum," kata analis media senior untuk Comscore, Paul Dergarabedian.

Universal Pictures menghindari pendekatan hibrida untuk menggabungkan rilis teater dan streaming, seperti yang dilakukan Disney pada awal tahun dengan film Cruella dan Warner Bros dengan film Godzilla vs. Kong.

Tren menunjukkan Hollywood mungkin memiliki sesuatu yang menyerupai musim film musim panas biasa, meskipun yang dimulai terlambat berbulan-bulan dan tidak membuat rekor industri apa pun. Rilis dalam beberapa pekan mendatang termasuk Disney dan Marvel dengan Black Widow dan Warner Bros dengan The Suicide Squad

Dergarabedian mengatakan, berbagai studio menggunakan berbagai rencana rilis hibrida, sementara waktu yang dihabiskan film antara bioskop dan streaming telah menyusut, mungkin secara permanen, ada peningkatan penekanan di layar lebar. "Ini adalah awal yang tertunda untuk musim panas yang sudah lama datang. Membuat akhir Juni seolah-olah awal musim panas," ujar Dergarabedian. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement