Rabu 17 Mar 2021 22:33 WIB

Badan Penyelenggara Golden Globe Diboikot

Banyak selebritas hollywood menarik dari dari aktivitas terkait HFPA.

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah
Tekanan terhadap Hollywood Foreign Press Association (HFPA), badan yang menyelenggarakan ajang penghargaan film Golden Globe dilaporkan telah meningkat.
Foto: Wikimedia
Tekanan terhadap Hollywood Foreign Press Association (HFPA), badan yang menyelenggarakan ajang penghargaan film Golden Globe dilaporkan telah meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Tekanan terhadap Hollywood Foreign Press Association (HFPA), badan yang menyelenggarakan ajang penghargaan film Golden Globe dilaporkan telah meningkat. Hal ini menyusul adanya lebih dari 100 firma hubungan masyarakat yang mengirim surat untuk memberi tahu organisasi tersebut bahwa pihaknya telah menarik semua klien selebriti dari aktivitas dengan HFPA. 

Menurut surat tersebut, keputusan akan secara konsisten dilakukan, hingga HFPA membuat perubahan yang mendalam dan bertahan lama untuk mengoreksi apa yang disebut sebagai etos eksklusi dan perilaku diskriminatif, serta ketidakpantasan etis yang sudah terjadi sejak lama. Dilaporkan oleh Variety, surat itu ditandatangani oleh organisasi humas terkenal termasuk DDA, Premier, 42West dan Rogers & Cowan / PMK, dikirim ke HFPA pada Senin (15/3) lalu. 

Baca Juga

"Kami tidak dapat mengadvokasi klien kami untuk berpartisipasi dalam acara atau wawancara HFPA karena kami menunggu rencana dan jadwal eksplisit Anda untuk perubahan transformasional,” tulis keterangan di surat tersebut, seperti dilansir The Guardian, Rabu (17/3). 

Perubahan apapun yang kurang transparan dan berarti yang menghormati keragaman, serta martabat klien, maupun kolega, serta audiens global dari firma humas tersebut akan mengakibatkan hubungan yang tak dapat diperbaiki lagi. Selama ini, siaran Golden Globes TV adalah acara HFPA yang paling populer.

Karena itu, boikot yang dilakukan terhadap HFPA akan membuat kerugian besar bagi badan tersebut. Pada awalnya, masalah dipicu oleh laporan di LA Times beberapa waktu sebelum acara Golden Globe terbaru, di mana organisasi itu diduga tidak adil dengan kurangnya keragaman dalam keanggotaan, serta adanya penyimpangan etika terkait cara menjalankan bisnis. 

HFPA saat itu menyatakan akan menambah anggota dari kalangan kulit hitam dan profesional lain yang selama ini kurang mewakili organisasi itu. Pihaknya juga menegaskan akan meningkatkan transparansi atas proses pemungutan suara dan keanggotaan,. 

Meski demikian, hal itu dianggap tidak memadai oleh grup kampanye industri film terkenal. HFPA menanggapi kabar yang beredar pada akhir tahun lalu, dengan pernyataan di mana pihaknya mengakui harus berbuat lebih banyak, dan cepat, serta mengatakan akan memastikan bahwa setidaknya 13 persen dari keanggotaan adalah jurnalis kulit hitam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement