Selasa 20 Oct 2020 02:02 WIB

Urban Farming Berpotensi Tingkatkan Pendapatan

Survei menunjukkan urban farming dinilai punya prospek cerah secara ekonomi

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Survei menunjukkan urban farming dinilai punya prospek cerah secara ekonomi. Ilustrasi.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Survei menunjukkan urban farming dinilai punya prospek cerah secara ekonomi. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kegiatan bercocok tanam di rumah atau pertanian perkotaan (urban farming) dinilai oleh sebagian masyarakat memiliki prospek yang cerah, terutama dalam meningkatkan pendapatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Hal ini tercermin berdasarkan hasil survei MarkPlus.

Senior Business Analyst MarkPlus Inc Dini Bonafitria menyebutkan sebanyak 98,2 persen responden setuju urban farming memiliki prospek dalam mendukung kegiatan pertanian dengan alasan ketahanan pangan, ramah lingkungan, dan peningkatan pendapatan.

Baca Juga

"Masyarakat melihat kegiatan urban farming dapat berkontribusi dalam ketahanan pangan, ramah lingkungan, dan meningkatkan pendapatan ekonomi sehingga menjadi peluang untuk masyarakat yang ini memulai bisnis pertanian," kata Dini dalam webinar yang digelar Markplus Inc, Senin.

Urban farming merupakan kegiatan masyarakat dalam memanfaatkan waktu luang di masa pandemi COVID-19 dan memanfaatkan keterbatasan lahan dengan pengairan. Masyarakat pun tertarik untuk melakukan kegiatan urban farming sebagai suatu gaya hidup baru di perkotaan yang dapat dilakukan oleh semua kalangan.

Dini menjelaskan 57 persen masyarakat menyatakan tertarik untuk melakukan pertanian perkotaan tapi belum melakukannya. Sedangkan sisanya sebesar 41 persen tertarik dan sudah melakukan.

Dari golongan masyarakat yang sudah melakukan urban farming, sebanyak 92,7 persen di antaranya akan terus melakukan setelah pandemi ini berakhir. Namun masyarakat juga menghadapi tantangan dalam melakukan urban farming yakni dari segi sarana dan fasilitas, ketersediaan waktu, serta biaya.

Dari tantangan tersebut pula, Survei MarkPlus juga meninjau tingkat dukungan pemerintah terhadap bercocok tanam di rumah dari kacamata masyarakat.

"Jika melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap dukungan pemerintah dari skala 1 sampai 4, masyarakat memilik 2,21 di mana aspek-aspek prioritas dalam kegiatan urban farming adalah sarana dan prasarana, pembiayaan, dan ketersediaan informasi," kata dia.

Karena itu diperlukan dukungan dari pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan pertanian perkotaan, terutama dalam kebutuhan sarana dan prasarana seperti paket lengkap hidroponik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement