Jumat 12 Jun 2020 11:58 WIB

Hidup Sehat Diminati, Sayur dan Buah Organik Makin Dicari

Pesanan sayur dan buah organik meningkat di tengah pandemi.

Hidup Sehat Diminati, Sayur dan Buah Organik Makin Dicari. Sayur organik, ilustrasi
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Hidup Sehat Diminati, Sayur dan Buah Organik Makin Dicari. Sayur organik, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 mendorong masyarakat mempraktikkan gaya hidup lebih sehat demi menjaga daya tahan tubuh menghadapi virus corona. Perubahan pola pikir ini turut mempengaruhi minat masyarakat mencari sumber makanan sehat, seperti sayur dan buah dari pertanian organik yang bebas pestisida.

Maya Stolastika Boleng, pemilik Twelve’s Organic yang bekerja sama dengan petani-petani di Mojokerto, Jawa Timur mengatakan pesanan sayur dan buah organik dari pelanggannya semakin meningkat di tengah pandemi. "Akhir Maret sudah nambah terus pesanan, nggak terdampak (pandemi). Hampir semua sektor pertanian organik naik," kata Maya beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Ketika bisnis restoran menjadi lesu karena dilarang beroperasi selama pembatasan sosial, Twelve’s Organic tak ikut kesulitan karena mereka memang fokus menjadi penyuplai konsumen rumah tangga sejak beberapa tahun belakangan. "Kami pernah menyuplai ke pasar besar seperti restoran dan hotel, tapi sejak 2017 kami memutuskan ke end user, rumah tangga," ujar Maya.

Ia menambahkan konsumennya berasal dari Malang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya. Aneka rimpang seperti kunyit, jahe dan bumbu dapur lainnya masih jadi incaran utama saat ini. Bahan-bahan untuk minuman herbal ini memang sedang banyak dicari untuk dijadikan empon-empon yang dianggap efektif mengusir virus.

Namun, sayur mayur dan buah-buahan juga tak kalah populer karena tak kalah menyehatkan. Ia menanam puluhan jenis sayur dan buah, mulai dari keluarga beri, sayuran hijau hingga herba.

"Permintaan raspberry naik tiga kali lipat sejak akhir Maret hingga sekarang," ujar dia.

Maya memprediksi setelah pandemi berakhir, orang-orang akan lebih tertarik mengonsumsi hasil pertanian organik. Ia berharap bisa mengembangkan sayap ke luar pulau Jawa bila proses logistik sudah tidak terkendala pembatasan sosial berskala besar.

Menurut Maya, sudah ada permintaan dari konsumen di Bali dan Kalimantan, tapi kendala logistik membuatnya kesulitan mengirimkan produknya dalam waktu singkat agar tetap segar. "Saat ini kami punya 170-175 pelanggan tetap, semoga akhir tahun kami bisa mencapai 300 rumah tangga," kata Maya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement