Senin 25 May 2020 08:06 WIB

Tips Atasi Gangguan Tidur di Saat Pandemi Covid-19

Agak dapat tidur nyenyak, atur kembali rutinitas normal di saat pandemi ini.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Hiru Muhammad
Kebiasaan bangun tidur lebih pagi memiliki sejumlah manfaat baik bagi kesehatan.
Foto: PxHere
Kebiasaan bangun tidur lebih pagi memiliki sejumlah manfaat baik bagi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan perubahan pola tidur yang berujung pada gangguan tidur. Psikiater Lahargo Kembaren menyampaikan, ada sejumlah pasien yang berkonsultasi dan mengeluh kesulitan tidur akibat menghadapi kondisi tak menentu.

Lahargo mengatakan, gangguan tidur saat pandemi Covid-19 bisa dialami siapa saja, mulai anak-anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat menurunkan imunitas tubuh serta memicu stres, cemas, dan depresi.

Menurut Lahargo, situasi global yang sedang dihadapi masyarakat dunia menyebabkan pula perubahan rutinitas sehari hari. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat seseorang harus menyesuaikan diri, dan ini tidak mudah dilakukan.

"Lebih banyak di rumah membuat irama sirkardian tubuh terganggu karena kurang terpapar dengan cahaya alami sehingga siklus tidur dan bangun menjadi terganggu," kata Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Marzoeki Mahdi Bogor itu.

Kecemasan diri sendiri dan anggota keluarga terpapar virus Covid-19 juga dapat membuat tubuh tegang dan dapat menyebabkan gangguan tidur. Demikian pula khawatir kehilangan penghasilan dan pekerjaan serta terus mendapati jumlah kasus yang menanjak.

Penyebab lain termasuk rasa terisolasi akibat pandemi karena harus selalu di rumah, juga tertekan akibat bekerja dan belajar dari rumah. Waktu layar berlebihan akibat banyaknya pertemuan Zoom atau menonton dapat menekan produksi hormon tidur melatonin.

Agar bisa kembali tidur nyenyak, Lahargo menyarankan untuk mengatur kembali rutinitas normal di tengah keadaan saat ini. Tetapkan waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari. Gunakan alarm untuk menjadi pengingat jadwal.

Mandi dan berganti pakaian setiap hari meski tidak pergi ke mana mana. Usahakan pula makan di jadwal yang tepat, hindari alkohol, rokok, kopi, teh, minuman berenergi, dan minuman bersoda karena itu dapat mengganggu tidur.

Jadikan tempat tidur hanya untuk tidur, jangan lakukan hal lain seperti membaca, menonton, dan mengerjakan tugas di tempat tidur. Lahargo mengingatkan, bekerja dari rumah alias working from home tidak sama dengan working from bed.

Apabila sudah berbaring selama 20 menit di tempat tidur namun tetap belum terlelap, segera turun dari tempat tidur, lakukan hal lain, dan kembali ke tempat tidur setelah mengantuk. Jaga kenyamanan di tempat tidur dan atur suhu ruangan.

Sleep hygiene agar bisa tidur nyenyak termasuk melakukan teknik relaksasi, beraktivitas sederhana di bawah sinar matahari, dan mengurangi waktu menggunakan gawai. Berolahraga juga efektif membuat otot jadi rileks dan tubuh mengeluarkan hormon endorfin.

Apabila masih mengalami kesulitan tidur, bisa datang ke psikiater untuk mendapatkan obat hipnotik sedatif. Obat ini hanya digunakan sementara dan akan diturunkan dosisnya dan diberhentikan ketika tidur sudah lebih nyaman. 

"Gangguan tidur juga dapat terjadi pada beberapa gangguan kejiwaan seperti psikotik, bipolar, depresi, ansietas, dan skizofrenia. Konsultasi ke profesional kesehatan jiwa untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan yang cepat dan tepat," ujar Lahargo.

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement