Kamis 14 May 2020 19:04 WIB

Sony Pictures Ambil Dampak Positif Covid-19

Rumah produksi Sony Pictures tidak sepenuhnya merugi akibat pandemi Covid-19.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Rumah produksi Sony Pictures tidak sepenuhnya merugi akibat pandemi Covid-19 (Foto: ilustrasi Sony Pictures)
Foto: Reuters/Mario Anzuoni
Rumah produksi Sony Pictures tidak sepenuhnya merugi akibat pandemi Covid-19 (Foto: ilustrasi Sony Pictures)

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Rumah produksi Sony Pictures tidak sepenuhnya merugi akibat pandemi Covid-19. Meskipun bioskop ditutup dan berbagai produksi terhenti akibat pandemi, Sony Pictures tetap bisa mengambil kesempatan positif dari aspek lain.

Laman The Wrap melaporkan, keuntungan tahun fiskal 2019 Sony Pictures tercatat sebesar 628 juta dolar AS, jauh melampaui tahun sebelumnya, yakni 489 juta dolar AS. Secara umum, studio ini masih tetap bertahan dan meraup keuntungan.

Baca Juga

Salah satu penyebab faktor peningkatan pendapatan Sony Pictures berkat sekuel Bad Boys for Life yang menghasilkan 418,3 juta dolar AS. Sinema yang dibintangi Will Smith bersama Martin Lawrence itu tayang Januari 2020 silam.

Studio juga meraup cukup banyak keuntungan dari peningkatan penjualan konten digital. Tidak adanya perilisan film dan konten baru setelah masa pembatasan sosial akibat Covid-19 berhasil diimbangi dengan penekanan biaya iklan.

Divisi film Sony Pictures menyumbang sekitar 1,4 miliar dolar AS dari keseluruhan pendapatan 3 miliar dolar AS dari seluruh segmen. Sementara itu, divisi televisi tercatat sebesar 1,1 miliar dolar AS dan jaringan media sebesar 512 juta dolar AS.

Meski keuntungannya naik cukup signifikan, pendapatan kuartal keempat Sony Pictures tetap mengalami penurunan. Angka pendapatan itu dilaporkan turun ke angka 208 juta dolar AS, dari 245 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

Bagaimanapun, Sony Pictures hanyalah satu bagian dari merek besar Sony. Jenama itu mencatat kerugian 636 juta dolar AS akibat pandemi corona, termasuk pada produk elektronik, layanan keuangan, dan sektor gim, dikutip dari laman Fox News, Kamis (14/5).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement