Selasa 14 Apr 2020 13:51 WIB

Dua Vaksin Eksperimental akan Diuji Coba pada Manusia

Lawan corona, China setujui uji coba tahap awal dua vaksin ekperimental pada manusia.

Penelitian vaksin corona, ilustrasi. China menyetujui uji coba tahap awal dua vaksin ekperimental pada manusia untuk melawan virus corona tipe baru.
Foto: Antara/Umarul Faruq
Penelitian vaksin corona, ilustrasi. China menyetujui uji coba tahap awal dua vaksin ekperimental pada manusia untuk melawan virus corona tipe baru.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China menyetujui uji coba tahap awal dua vaksin eksperimental pada manusia untuk melawan virus corona tipe baru, menurut laporan Xinhua pada Selasa (14/4). Vaksin tersebut dikembangkan unit Sinovac Biotech yang terdaftar di Nasdaq dan berbasis di Beijing, serta Wuhan Institute of Biological Products, afiliasi Grup Farmasi Nasional China milik pemerintah.

Pada Maret, China juga mendapat lampu hijau uji klinis lainnya untuk calon vaksin virus corona. Vaksin itu  dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan perusahaan bioteknologi yang terdaftar di Hong Kong CanSino Bio.

Baca Juga

Pengumuman itu keluar tak lama setelah perusahaan obat-obatan Amerika Serikat Moderna mengatakan, pihaknya bersama Institut Kesehatan Nasional AS mulai melakukan uji vaksin mereka pada manusia.

Sementara itu, di Inggris, salah seorang profesor Oxford University Sarah Gilbert saat ini tengah memimpin pencarian vaksin Covid-19. Ia  mengatakan, penelitian yang dilakukan bersama timnya akan membuahkan 80 persen hasil positif pada September 2020.

Timnya akan memilih satu satu negara dengan tingkat infeksi tinggi untuk pengujian. Bulan lalu, ia berharap penelitiannya bisa dikembangkan pada akhir tahun 2020. Akan tetapi sekarang ia telah mengonfirmasi bahwa mereka optimistis bisa lebih cepat, seusai diuji coba ke manusia pada dua pekan ke depan.

Pemerintahan Inggris telah menyebut akan mendanai pembuatan jutaan dosis vaksin jika vaksin sudah siap digunakan serta memungkinkan ketersediaannya langsung ke publik setelah dikembangkan. Meski sempat disebut butuh waktu 18 bulan untuk menyempurnakan vaksin, rupanya ini bisa berjalan lebih cepat jika dikerjakan secara sempurna.

sumber : Antara, Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement