Kamis 13 Feb 2020 05:10 WIB

Lembaga Eijkman: Penularan Covid-19 Bisa Dicegah

Lembaga Eijkman mengungkap, meningkatnya kehati-hatian bisa cegah penularan Covid-19.

Ilustrasi melawan virus corona. Lembaga Eijkman mengungkap, meningkatnya kehati-hatian masyarakat bisa cegah bertambahnya angka penularan Covid-19.
Foto: MgIt03
Ilustrasi melawan virus corona. Lembaga Eijkman mengungkap, meningkatnya kehati-hatian masyarakat bisa cegah bertambahnya angka penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan, peningkatan kesadaran dan kehati-hatian masyarakat dalam menghadapi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) sangat diperlukan. Hal tersebut dapat mencegah bertambahnya korban terjangkit virus itu karena jangkauan keterpaparan yang dibatasi.

"Mungkin dengan informasi yang begitu cepat lalu kehati-hatian orang meningkat, lalu semua memakai masker, sebagian mengurangi travel (ke wilayah dengan kasus positif Covid-19, red.), eksposur berkurang, sehingga (penyebaran virus antarmanusia, red.) melambat," kata Deputi Kepala Bidang Penelitian Translasional Lembaga Biologi Molekuler Eijkman David H Muljono dalam seminar "Menyikapi Virus Corona COVID 2019: Dari Lembaga Eijkman untuk Indonesia" di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

David menuturkan, dengan memahami kondisi saat ini dan mengenal bahaya virus Covid-19, maka terbangun kesiapsiagaan publik dalam melakukan langkah-langkah antisipasi tertular virus tersebut. Contohnya, melakukan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker, serta tidak bepergian ke wilayah yang terdapat kasus positif virus Covid-19.

"Kalau orang-orang yang sakit itu berkurang tentunya penularan juga makin sedikit, pelan-pelan akan berkurang," ujarnya.

Virus corona tipe baru yang diberi nama resmi Covid-19 oleh WHO dapat menyebar antarmanusia dari droplet yang masuk dari orang terinfeksi virus itu ke tubuh manusia yang lain. Selain itu, masyarakat juga lebih berhati-hati dan sudah mulai menghindari suspect atau orang-orang yang terindikasi gejala terinfeksi virus, seperti sesak napas dan batuk serta memiliki riwayat perjalanan ke wilayah yang terdapat kasus infeksi virus Covid-19.

David mengatakan, masyarakat juga dapat lebih menjaga kondisi tubuh karena daya tahan tubuh yang kuat dan tubuh yang sehat penting untuk melawan virus. Jika daya tahan tubuh lemah apalagi memiliki penyakit lain, menurut David, maka mereka akan mudah terinfeksi virus.

Selain faktor daya tahan tubuh, jumlah dosis virus yang masuk tubuh juga memengaruhi kemampuan tubuh melawan virus. David mengatakan,, jika dosis virus yang masuk cukup banyak dan imun tubuh kalah melawan jumlah virus yang banyak itu maka tubuh akan terinfeksi virus.

Jumlah korban tewas akibat wabah virus corona di daratan China hingga Selasa (11/2) mencapai 1.113 orang, naik 97 dari hari sebelumnya, demikian Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu. Angka infeksi baru disebut turun ke level terendah sejak Januari 2020.

Di seluruh daratan China tercatat 2.015 infeksi baru terkonfirmasi pada Selasa (11/2). Ini merupakan terendah sejak 30 Januari ketika terdapat 1.982 kasus baru terkonfirmasi. Jumlah kasus secara keseluruhan di daratan China menembus angka 44.653, berdasarkan data yang dirilis pada Rabu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement