Senin 10 Feb 2020 11:49 WIB

Ganjar Ditawari Buka Warung Kopi di Prancis

Kopi Jawa Tengah memiliki banyak penggemar di Prancis.

Kopi dari Jawa Tengah digemari masyarakat Prancis.
Foto: Republika/Wihdan
Kopi dari Jawa Tengah digemari masyarakat Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Duta Besar Indonesia untuk negara Prancis, Arrmanatha Christiawan Nasir, menawari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka warung kopi di Kota Paris. Ia menilai minat masyarakat setempat terhadap produk kopi asal Jawa Tengah tinggi.

"Produk kopi asal Jawa Tengah selalu diminati warga Prancis di sana. Untuk itu saya menawarkan agar Jawa Tengah membuka warung kopi di Paris agar potensi ini bisa ditangkap," katanya saat beraudiensi dengan Gubernur Ganjar Pranowo di rumah dinas gubernur di Semarang, Ahad (9/2) malam.

Baca Juga

Ia menyebutkan selain kopi, nama Provinsi Jawa Tengah juga terkenal di Prancis karena destinasi wisata unggulannya. Seperti objek wisata Candi Borobudur.

Menurut dia, selain Bali, warga Prancis banyak yang berkunjung ke Indonesia hanya untuk berlibur di Candi Borobudur. "Borobudur menjadi salah satu destinasi paling terkenal di Prancis. Sekarang orang Prancis tidak hanya tahu Bali saja, tapi sudah mengenal Borobudur dan banyak yang berwisata ke candi itu," ujarnya.

Potensi kunjungan wisatawan Prancis ke Jawa Tengah, lanjut dia, sangat besar. Setiap bulan Agustus di Prancis selalu libur selama satu bulan.

"Di bulan itu mereka orang Prancis selalu berpetualang ke berbagai tempat, salah satunya yang sekarang jadi idola adalah Candi Borobudur. Potensi ini harus bisa ditangkap Pemprov Jawa Tengah karena biasanya orang Prancis selalu berlama-lama saat wisata, bisa sampai 10-20 hari length of stay-nya," kata Dubes.

Dari beberapa warga Prancis yang pernah berkunjung ke Borobudur, Nasir mendapat cerita bagaimana terpukaunya mereka dengan beragam destinasi yang ditawarkan. Selain candi yang megah, aneka kuliner yang menarik serta kerajinan tangan membuat mereka terpesona.

"Bahkan ada beberapa orang yang tiap tahun ke Borobudur untuk makan di warung kecil depan candi seperti warteg dan warung-warung kuliner khas. Katanya makanan yang disajikan sangat enak dan membuat ketagihan, ada pula yang terkesan dengan seni budaya yang ada di masyarakat," ujarnya.

Tawaran membuka warung kopi asal Jawa Tengah di Paris itu langsung ditanggapi serius oleh Ganjar Pranowo yang meminta jajarannya melihat pengembangan potensi itu. "Sebenarnya sudah banyak produk asal Jawa Tengah yang laku di Prancis, namun tadi diceritakan bagaimana terkenalnya kopi Jawa Tengah, saya tertarik membuka warung kopi di sana. Memang harus membuat sesuatu yang konkret," katanya.

Selain itu, beberapa potensi lain seperti fesyen, industri gim dan lainnya juga memiliki peluang di Prancis. Ke depan, Ganjar akan melakukan penjajakan potensi mana saja yang bisa dieksekusi secepatnya.

"Termasuk bagaimana mendorong turisme di Candi Borobodur, kan tadi dikatakan bahwa Borobudur menjadi salah satu destinasi paling diburu selain Bali. Ke depan, beberapa bisa kita dorong termasuk meningkatkan sport tourism di Borobudur, kuliner, kerajinan tangan dan lainnya," ujar Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu tertarik mengembangkan kuliner yang ada di sekitar Objek Wisata Candi Borobudur. "Kita bisa mengeksplor soal Borobudur. Kulinernya, kegiatan harus diperbanyak, sisi sejarah harus menarik, kerajinan dan potensi-potensi wisata petualangan yang biasanya disukai turis asing, termasuk sisi seni budayanya," kata Ganjar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement