Rabu 13 Nov 2019 19:00 WIB

Body-Shaming Pengaruhi Kepercayaan Diri Selena Gomez

Berat badan Selena Gomez yang fluktuatif membuatnya dirundung body-shaming.

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Selena Gomez
Foto: EPA
Selena Gomez

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Selena Gomez mengakui bahwa berat badannya memang kerap naik-turun dengan drastis akibat dari masalah kesehatan serius yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir. Penyanyi yang mencetak rekor dengan merajai Billboard dan Rolling Stone dalam pekan yang sama ini pun menjadi korban body-shaming.

"Cemoohan menghantam kepercayaan diriku, ya ini benar-benar membuatku sedikit merasa kacau," ujar Gomez dakam sebuah wawancara dilansir Page Six, Rabu (13/11).

Baca Juga

Gomez mengungkapkan bahwa ia didiagosis menderita lupus, penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, pada 2014. Lantas, tiga tahun kemudian, perempuan yang kini berusia 27 tahun itu menjalani transplantasi ginjal sebagai komplikasi dari penyakit tersebut.

Pelantun lagu "Lose You to Love Me" itu pun menjalani pengobatan yang berdampak pada perubahan berat badannya secara drastis. Obat-obatan itu harus dikonsumsinya seumur hidup.

"Saya benar-benar memperhatikan ketika orang-orang mulai menyerang saya terkait berat badan saya. Faktanya memang berat badan saya berfluktuasi. Itu tergantung pada apa yang terjadi dalam tubuh saya," jelas Gomez.

Menjadi korban body-shaming, Gomez harus menjalani terapi pada 2015. Ia mengenang, itulah kali pertamanya menghadapi kata-kata menyakitkan terkait bobotnya.

"Itu adalah tahun pertama saya berurusan dengan orang yang berbicara tentang tubuh saya. Saat saya di bandara, ada orang berteriak kamu gemuk! Dan itu mengerikan," kata Gomez.

Melalui terapi itu, Gomez merasakan bahwa ia akan baik-baik saja. Bahkan, sekalipun berat badannya akan bertambah lagi dan lagi. Ia menerimanya sebagai konsekuensi pengobatan yang dijalaninya.

Gomez juga mengatakan melalui podcast Giving Back Generation agar berhati-hati dengan media sosial. Ia merasakan bahwa itu adalah tempat di mana body-shaming kerap terjadi.

"Saya tidak peduli untuk mengekspos diri kepada semua orang dan mendengar apa yang mereka katakan tentang hal itu," kata Gomez.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement