Senin 16 Sep 2019 21:14 WIB

Idap Kanker Prostat, Rod Stewart Blak-blakan Soal Kondisinya

Rod Stewart selama ini menyembunyikan penyakit yang diidapnya.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Rod Stewart
Foto: EPA/BRITTA PEDERSEN
Rod Stewart

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda rock dunia Rod Stewart mengungkap bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker prostat sejak dua tahun lalu. Setelah sempat merahasiakan, kini ia mulai terbuka dengan penyakit yang diidapnya tersebut.

"Tidak ada yang tahu ini, dua tahun lalu saya didiagnosis menderita kanker prostat. Tapi saya pikir sudah saatnya saya mengatakan kepada semua orang. Saya bisa seperti sekarang, karena saya mendeteksinya lebih awal. Saya menjalani begitu banyak tes," kata dia, dilansir BBC, Senin (16/9).

Pria berusia 74 tahun ini membagikan kisahnya tersebut di sebuah acara golf untuk Prostate Project dan European Tour Foundation Acara ini digelar untuk memberikan edukasi sekaligus semangat kepada mereka yang juga didiagnosa kanker prostat.

Pada kesempatan itu, Stewart mengimbau semua pria yang menderita kanker prostat untuk tetap optimistis dan berusaha untuk sembuh.

"Tetaplah positif, terus berusaha melaluinya dan tetap tersenyum. Aku sudah menjalani ini selama dua tahun, aku bahagia dan Tuhan telah baik menjaga aku," kata dia.

Stewart juga mengajak semua laki-laki untuk lebih waspada dengan melakukan deteksi dini kanker prostat. Pelantun lagu "I Don't Want to Talk About It" itu menjelaskan bahwa deteksi dini kanker prostat bisa memberi peluang sembuh lebih besar.

"Kalian harus benar-benar pergi ke dokter," kata penyayi dan penulis lagu yang diberi gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris sebagai Sir Roderick David Stewart.

Diketahui, setiap tahunnya lebih dari 11 ribu pria di Inggris meninggal akibat kanker prostat. Prostat adalah kelenjar kecil di panggul dan hanya ditemukan pada pria.

Wali Amanat Prostat Tim Sharp menekankan pentingnya deteksi dini, lantaran masalah utama dari kanker prostat pada tahap awal adalah nihil gejala. Akibatnya, selama ini kebanyakan pasien datang ke dokter saat kondisi kanker sudah cukup parah.

"Apa yang kami katakan kepada pria berusia antara 50 dan 70 adalah Anda harus pergi dan memeriksakan diri apakah Anda memiliki gejala atau tidak. Jika setiap pria deteksi dini, kita akan melihat jumlah kematian berkurang secara dramatis," kata Sharp.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement