Senin 16 Sep 2019 19:54 WIB

Pretty Boys Siap Kocok Emosi Penonton

Tompi menjadi sutradara untuk film Pretty Boys.

Rep: Nadira Aisyah Arrin/ Red: Reiny Dwinanda
Sutradara film Pretty Boys Tompi (kiri) bersama pemeran Deddy Mahendra Desta (tengah) dan Vincent Ryan Rompies, menjawab pertanyaan awak media seusai peluncurannya, di Epicentrum, Jakarta, Senin (16/9/2019).
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Sutradara film Pretty Boys Tompi (kiri) bersama pemeran Deddy Mahendra Desta (tengah) dan Vincent Ryan Rompies, menjawab pertanyaan awak media seusai peluncurannya, di Epicentrum, Jakarta, Senin (16/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berangkat dari konsep tentang dua orang pengadu nasib ke Jakarta yang terpaksa untuk mengorbankan harga diri mereka demi ketenaran, Pretty Boys dijamin dapat mengocok emosi penonton. Komposisi ceritanya diracik dengan pas.

Selain menceritakan tentang ekosistem di balik layar pertelevisian, Pretty Boys juga dengan lihai membungkus kisah tentang persahabatan, keluarga, dan asmara hingga cocok ditonton oleh semua umur. Mengawali debutnya sebagai sutradara, Tompi mengemas ide film dari keresahannya tentang esensi TV yang dianggap sudah melenceng dan keluar batas.

Baca Juga

Lewat Pretty Boys, Tompi mencermati adanya insan pertelevisian yang mengubah kepribadian, penampilan, hingga berperilaku kurang pantas di layar kaca. Kelakuan seperti itu menimbulkan persepsi bahwa bertindak demikian adalah satu-satunya cara untuk melejitkan popularitas.

Menurut Tompi, Pretty Boys hadir bukan untuk sebagai satire terhadap dunia pertelevisian. Ia menjelaskan, film tersebut tidak hadir dengan niat menyindir, tetapi dengan pemaparan tentang kondisi yang mempertanyakan apakah televisi yang menodai masyarakat atau justru kecenderungan para penonton yang memaksa TV menyediakan program kurang mendidik.

Pretty Boys bercerita tentang Anugerah dan Rahmat yang diperankan Desta dan Vincent yang terobsesi terkenal sejak kecil. Namun, impian mereka tak pernah mendapat restu dari ayahnya, Pak Jono yang dulunya adalah tentara.

Hingga suatu ketika, Anugerah minggat dari rumah dengan tekad membuktikan pada Pak Jono bahwa ia pasti akan berhasil di kota orang. Sesampainya di Jakarta, mereka justru hanya berkutat sebagai pegawai di sebuah restoran hingga kemudian kenal dan bersahabat baik dengan Asty.

Suatu ketika, Rahmat dan Anugerah hadir ke salah satu program TV sebagai penonton bayaran. Tak disangka, mereka mendapat kesempatan untuk menunjukkan bakat membawa acara yang akhirnya menjadikan mereka naik daun. Namun, hidup tak selalu berjalan mulus, hingga akhirnya karier gemilang mereka memengaruhi kehidupan personal mereka.

Pretty Boys mengangkat konflik yang sangat dekat dengan setiap manusia, sehingga film ini sangat mudah dinikmati dan diresapi. Dikemas ringan, film yang mempertemukan duo sahabat Vincent dan Desta dalam satu layar itu juga menggiring penonton untuk menangkap pesan dari film dengan cara yang menyenangkan. Pembahasan dunia entertainment berbalut dengan komedi yang renyah, dijamin dapat memecahkan seisi bioskop dan mengingatkan penonton tentang kehangatan persahabatan, keluarga, hingga percintaan.

     

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement