Sabtu 06 Jul 2019 18:02 WIB

Tips Tidur di Pesawat Saat Bepergian Jauh

Tidur di pesawat sering kali tak nyaman karena banyak gangguan

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih
Tidur di pesawat saat penerbangan panjang tak selalu mudah. Padahal selama itu tubuh membutuhkan istirahat.
Foto: thrillist
Tidur di pesawat saat penerbangan panjang tak selalu mudah. Padahal selama itu tubuh membutuhkan istirahat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bepergian jauh dan menempuh perjalanan panjang naik pesawat sebaiknya dibuat senyaman mungkin termasuk ketika tidur. Akan tetapi pada saat perjalanan panjang tak jarang banyak godaan dan gangguan mengingat pesawat adalah transportasi umum.

Dilansir USA Today, Sabtu (6/7), ada beberapa hal yang bisa dilakukan bagi para pelancong yang ingin tidur nyaman selama perjalanan jauh. Salah satunya adalah dengan tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.

Baca Juga

Menghindari kafein ini terutama diterapkan pada penerbangan siang hari. Penerbangan di siang hari memiliki pemandangan di luar jendela bisa menjadi gangguan tidur. Biasanya, muncul perasaan lebih sulit untuk tidur jika seseorang membuka jendela yang menampilkan cahaya yang sangat terang.

Jika kondisi ini ditambah dengan konsumsi kafein yang kemudian mengalir melalui pembuluh darah, maka kita akan mengalami kesulitan tidur. Sebab itu, lebih baik hindari minum kopi atau soda sebelum naik pesawat. Selama penerbangan tetaplah minum air atau jus ketika gerobak minuman datang.

Kemudian, jika tidur dengan posisi duduk tak menyenangkan karena kepala yang kerap jatuh, maka disarankan membawa bantal leher. Bantal leher ini dapat menyangga kepala pada saat tidur. Hanya saja, beberapa bantal leher memang memiliki ukuran yang spesifik sehingga kita harus pintar-pintar memilih.

Selanjutnya, pastikan pada saat perjalanan tidak akan diganggu. Mantan staf maskapai penerbangan, Jayne Bailey Holland, merekomendasikan untuk memberitahu pramugari bahwa kita ingin tidur.

Dengan begitu pramugari akan tahu dan akan mengambil tindakan untuk tidak mengganggu ketika minuman atau gerobak camilan tiba. Jika berada di bawah selimut, pastikan sabuk pengaman tertekuk di atasnya sehingga sabuk itu terlihat setiap saat.

Lalu, usahakan untuk menjauhi cahaya yang ada. Seperti cahaya dari layar film, lampu baca, lampu kabin, sinar matahari, dan semua cahaya yang bisa mengganggu tidur. Jika perlu gunakan penutup mata.

Bagian terburuk dari tidur adalah bangun tidur. Namun, hal itu akan lebih buruk jika terjadi di pesawat dengan gangguan lampu neon, suara bagasi, dan sinar matahari yang begitu terang.

Jika mengalami perjalanan terbang yang panjang, maka cobalah untuk mengatur alarm untuk bangun 45 menit sebelum mendarat. Hal itu dapat membantu memberikan waktu untuk buang air sebelum mendarat. Selain itu, jeda 45 menit bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan diri sebelum mendarat, meminum kopi, dan dapat membuat kita benar-benar sadar saat mendarat nanti.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement