Sabtu 06 Jul 2019 02:24 WIB

Icip Kuliner Nusantara di Prambanan Jazz

Beragam jenis kuliner Nusantara tersaji di Pasar Kangen, di kawasan Candi Prambanan.

Rep: M Akbar/ Red: Andi Nur Aminah
Pengunjung menikmati kuliner Nusantara di Pasar Kangen, Prambanan Jazz, Jawa Tengah, Jumat (5/7)
Foto: M Akbar/Republika
Pengunjung menikmati kuliner Nusantara di Pasar Kangen, Prambanan Jazz, Jawa Tengah, Jumat (5/7)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ingin menikmati musik jazz di alam terbuka bersama keluarga sambil menyantap kuliner Nusantara? Jika ingin mendapatkan keduanya maka sambangilah Pasar Kangen yang hadir di hajatan Prambanan Jazz 2019. Ritual tahunan ini digelar di areal taman wisata Candi Prambanan, Sleman, mulai Jumat (5/7) hingga Ahad (7/7).

Dari hasil pantuan Republika.co.id, beragam jenis kuliner tersaji di Pasar Kangen ini. Ada berbagai jenis minuman semacam wedhang, jus hingga kopi dan teh tarik tersaji. Lalu ada juga santapan gurita sampai kerak telor khas Betawi pun dapat ditemui di lokasi ini. Untuk harga makanan dibanderol mulai dari harga Rp 5.000 sampai Rp 50 ribu.

Baca Juga

 

"Asik konsepnya. Jadi kita enggak sekadar nonton musik saja tapi bisa keliling menemukan makanan khas Nusantara yang enak juga," kata Rani Yuanita, salah satu penonton asal Jakarta yang datang bersama keluarganya.

 

Sementara itu, Anas Syahrul Alimi, founder Prambanan Jazz, menjelaskan Pasar Kangen ini menjadi bagian yang selalu dilekatkan dalam setiap kali gelaran Prambanan Jazz. "Pasar Kangen ini sengaja kami hadirkan untuk memanjakan para penikmat musik dan kuliner dalam satu tempat. Konsepnya memang kami hadirkan untuk menambah kesemarakkan pesta musik bersama keluarga," ujarnya.

Bakkar Wibowo, creative director Prambanan Jazz, turut menambahkan konsep dari Pasar Kangen ini sesungguhnya ingin mensinergikan antara musik dan pengusaha UKM. Setiap tahunnya, kata dia, para penjual yang meramaikan Pasar Kangen di Prambanan Jazz terus mengalami peningkatan.

"Untuk tahun ini ada sekitar 80 tenant atau meningkat 25 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya menghadirkan sekitar 60 tenant," jelasnya.

Bakkar menjelaskan kriteria untuk bisa meramaikan Pasar Kangen ini adalah makanan non pabrikan. "Jadi kita lebih mengkhususkan pada masakan siap saji," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement