Senin 17 Jun 2019 19:00 WIB

Lima Kiat Agar Anak Berhenti Konsumsi Junk Food

Anak-anak menggemari junk food karena mereka telah dibutakan oleh rasanya

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih
Anak makan mie instan (Ilustrasi)
Foto: Health
Anak makan mie instan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Neuroendocrinology menyebut banyak anak-anak di dunia yang sering mengonsumsi junk food alias makanan cepat saji. Anak-anak menggemari junk food karena mereka telah dibutakan oleh rasanya.

Konsumsi junk food di masa kanak-kanak dapat menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko penurunan kesehatan otak ketika anak-anak lebih besar. Penelitian itu juga menyatakan, saat ini sekitar 30 persen populasi orang dewasa di dunia kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca Juga

Lebih dari 10 persen dari semua orang dewasa diprediksi akan menderita diabetes tipe 2 pada 2030. Untuk itu, orang tua harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi asupan makanan cepat saji dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat. Berikut tips untuk meminimalisir konsumsi junk food oleh anak dilansir Times Now News.

1. Berikan contoh

Memberikan contoh wajib dilakukan oleh orang tua untuk semua hal termasuk kebiasaan makanan. Kebiasaan makan orang tua akan menentukan bagaimana pola makan, cita rasa, atau mungkin porsi makan anak.

Itu karena anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat sehingga jika orang tua menahan diri untuk tidak makan junk food maka anak-anak pun akan mengikutinya. Jadi, ajari anak Anda pentingnya makan sehat sejak awal untuk memastikan mereka tetap sehat di kemudian hari.

2. Buat makanan bergizi jadi menarik

Membuat makanan bergizi agar tampak menarik bagi anak memang harus dilakukan dengan sedikit usaha ekstra. Namun sejatinya itu semua bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya dengan mengganti tepung olahan dengan gandum, membentuk wajah di atas piring, dan membuatnya mewah sehingga anak tertarik untuk memakannya.

3. Samarkan apa yang tidak disukai

Untuk sayuran atau buah-buahan yang tidak disukai anak, Anda bisa mengakalinya dengan menghaluskan sayuran atau membuat sup. Dengan begitu, anak-anak tidak akan menyadari bahwa makanan yang mereka makan terdiri dari sayuran atau buah yang sebenarnya tidak disukai.

4. Masak di rumah

Makanan yang dimasak di rumah mengandung jauh lebih sedikit garam, natrium, dan zat berbahaya lainnya daripada yang ada di restoran siap saji. Memasak makanan di rumah dapat memastikan kesehatan yang lebih baik untuk anak.

Karena itu, mulailah rutin memasak di rumah dan jika terpaksa boleh sesekali makan bersama di luar. Ketika memasak di rumah, Anda juga harus melibatkan anak-anak pada saat berbelanja dan menyiapkan makanan untuk membantu mereka memahami pentingnya makan sehat.

5. Siapkan camilan sehat

Pada saat bepergian atau berlibur bersama keluarga, Anda tentu membawa bekal atau camilan bukan? Bahkan ketika bersantai bersama di rumah, camilan biasanya selalu tersedia untuk menemai kebersamaan.

Untuk mengajarkan makanan sehat bagi anak, pastikan Anda memiliki beberapa jenis makanan ringan yang sehat. Misalnya seperti kacang-kacangan, buah-buahan segar, atau lainnya yang dapat mengurangi asupan makanan cepat saji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement