Sabtu 01 Jun 2019 00:07 WIB

Godzilla II: King of the Monsters Nikmati Pertarungan Titan

Sekuel Godzilla memperlihatkan bagaimana para Titan bangkit dan saling bertarung

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Film Godzilla
Foto: Warner Bros
Film Godzilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah terjadi pertempuran antara Godzilla dan MUTO pada 2014 yang menghancurkan kota San Francisco, Amerika Serikat, kondisi manusia tidak lagi sama. Selama lima tahun, keberadaan makhluk besar penguasa bumi ini tiba-tiba menghilang dan menjadi bahan pembicaraan.

Manusia terbelah menjadi beberapa kubu setelah peristiwa mematikan itu. Pemerintah ingin mencari dan membunuh setiap makhluk besar atau disebut Titan, sebagian lain tergabung dalam perusahaan Monarch yang percaya tidak semua Titan bersifat penghancur.

Baca Juga

Peneliti Ishiro Serizawa (Ken Watanabe) dengan Vivienne Graham (Sally Hawkins) mencoba meyakinkan dunia kalau monster seperti Godzilla memberikan keseimbangan pada kehidupan bumi. Manusia yang dengan egois terus merusak dan membuat kondisi semakin buruk sehingga mendorong para Titan untuk kembali.

Untuk bisa berkomunikasi dengan baik,  Dr. Emma Russell (Vera Farmiga) menciptakan alat yang bisa mengambil pola bahasa monster dan menerjemahkannya menjadi sinyal alfa yang dominan. Usahanya itu pun berhasil. Namun secara tiba-tiba ada sekelompok tim yang dipimpin Jonah Alan (Charles Dance) muncul untuk mencuri mesin tersebut dan menculik Emma dan putrinya Madison (Millie Bobby Brown).

Peristiwa ini memulai pertarungan para Titan. Yidak hanya menghadirkan kembali Godzilla , namun pertarungan memperlihatkan tiga monster lain yang tidak kalah tangguhnya. Godzilla II: King of the Monsters memperlihatkan keindahan Mothra, keganasan monster berkepala tiga Ghidorah, dan burung raksasa Rodan.

"Mothra, Rodan, dan Raja Ghidorah adalah tiga makhluk paling populer di alam semesta Toho. Jadi ketika kami mulai menyusun film Godzilla kedua, kami tahu betapa menariknya bagi para penggemar untuk melihat mereka dihidupkan dalam semua kemuliaan mereka, untuk memperebutkannya dengan Godzilla dalam lingkungan dunia nyata yang kami bangun dengan dua film pertama," kata produser Alex Garcia.

Film arahan Michael Dougherty ini berlatar belakang lima tahun setelah film Godzilla tahun 2014. Sekuel ini memperlihatkan bagaimana para Titan bangkit dan saling bertarung untuk menyelamatkan atau menghancurkan bumi.

"Ketika Anda melihat ke atas dan melihat layar memenuhi dan mendengar gemuruh gemuruh di teater, Anda tahu, makhluk-makhluk dengan cara yang mendalam dan kuat. Ini adalah film yang perlu dilihat di layar seluas mungkin," kata produser Mary Parent melalui pernyataan resmi yang diterima Republika.

Dengan adegan pertarungan yang sangat mendominasi, ketegangan dapat terasa memang saat menontonnya dari layar lebar. Ya, sebaiknya segara ke bioskop karena film ini sudah tayang sejak awal pekan ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement