Rabu 13 Mar 2019 16:00 WIB

Pengasuhan Overprotektif Buat Anak Jadi tak Percaya Diri

Pola asuh over protektif cenderung menjadikan anak tak percaya diri.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Pengasuhan overprotektif. Terlalu banyak larangan akan membuat anak menjadi penakut.
Foto: Prayogi/Republika
Pengasuhan overprotektif. Terlalu banyak larangan akan membuat anak menjadi penakut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pola asuh besar pengaruhnya bagi tumbuh kembang anak. Si kecil bisa menjadi orang yang tak percaya diri, tak memiliki inisiatif, dan penakut kala orang tuanya overprotektif.

Mengapa bisa begitu? Menurut dokter spesialis anak dari Kemang Medical Care (KMC), dr Alinda Rubiati SpA(K), kata-kata negatif sering muncul dalam pola asuh overprotektif. Sebentar-sebentar orang tua mengatakan "jangan", "tidak boleh", atau "hati-hati".

"Ini membuat anak tidak mempunyai rasa percaya diri, takut melakukan sesuatu, sampai bicara pun hati-hati," ujarnya di sela acara seminar tumbuh kembang anak dalam rangka ulang tahun ke-10 KMC di Jakarta, akhir pekan lalu.

Alinda menyarankan agar orang tua mengganti kata-kata negatif yang biasa dilontarkannya. Ketika anak memainkan sesuatu yang dilarang, sebaiknya tak perlu buru-buru melarangnya.

Menurut Alinda, sebaiknya orang tua mencoba mengalihkan perhatian anak terlebih dahulu. Tarik anak tanpa harus membuatnya merasa ditarik.

Orang tua harus menyadari bahwa anak tidak bisa langsung diberi tahu permainannya berbahaya. Ketika dilarang, anak justru akan cenderung melakukan kebalikan dari perintah yang ditujukan kepadanya karena penasaran.

Sebaiknya, coba bujuk anak dengan mengalihkan perhatiannya dari apa yang sedang dimainkan. "Yuk ke sana, kita lihat ke sana," ujar Arlinda memberi contoh cara mengalihkan perhatian anak.

Arlinda menyarankan agar orang tua mengubah pola komunikasinya dengan si kecil. Ayah dan ibu bisa mencoba menyampaikan tegurannya lewat cerita sarat makna, misalnya dengan menceritakan pengalaman anak lain yang terkena luka bakar karena main api.

"Cara itu lebih baik dibandingkan harus mengatakan langsung pada anak untuk tak main api supaya tak mengalami luka bakar," ungkap Arlinda.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement