Selasa 12 Mar 2019 23:23 WIB

Berapa Kilogram Penurunan Bobot yang Aman Saat Berdiet?

Diet yang aman idealnya hanya tak menurunkan bobot secara ekstrem.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Pelaku diet
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pelaku diet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdiet tak sama dengan mengurangi porsi makan. Diet sejatinya bermakna penurunan berat badan untuk menjaga kesehatan orang dengan penyakit tertentu, tak terkecuali dari kondisi obesitas.

"Bicara tentang diet itu bicara tentang sehat, mau langsing itu bonus. Jadi harus pikirkan sehat dulu," ungkap ahli gizi Pafitri SKM RD beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Ketika akan menjalani diet untuk menurunkan berat badan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali status gizi berdasarkan proporsi tinggi badan dan berat badan. Proporsi ini dikenal sebagai indeks massa tubuh (IMT).

Seseorang masuk ke kategori berat badan normal bila memiliki berat badan 18,5 sampai 24,9. Seseorang tergolong underweight bila memiliki IMT di bawah 18,5. Sedangkan seseorang dapat dikatakan overweight atau kegemukan bila memiliki IMT 25-29,9. Bila IMT sudah mencapai di atas 30, seseorang bisa dikatakan mengalami obesitas.

Menghitung IMT cukup mudah dilakukan. Cukup membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan kuadrat dalam meter.

"Misal berat badan 60 kg, tinggi 150 cm, jadi 60 dibagi 1,5 kuadrat. Maka ketemu hasilnya (26,7)," lanjut Pafitri.

Setelah mengetahui status gizi melalui perhitungan IMT, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengenali kebutuhan kalori. Pafitri mengungkapkan ada cara mudah untuk menghitung kebutuhan kalori per hari.

Rumusnya adalah 25 kalori per satu kilogram berat badan. Pada seseorang dengan berat badan 60 kilogram, maka kebutuhan kalori per harinya adalah 1.500 kalori.

Pada orang dengan berat badan normal, kebutuhan kalori per hari ini tak boleh dikurangi atau ditambahkan karena ini adalah kebutuhan metabolik, yakni kebutuhan tubuh yang harus dicukupi agar organ bisa melakukan fungsinya.

"Kebutuhan kalori harus dipenuhi agar ginjal, jantung, otak, dan organ tubuh lainnya bisa bekerja," tutur Pafitri.

Namun, pada orang-orang dengan berat badan berlebih, kebutuhan kalori per hari ini boleh dikurangi. Pengurangan kalori per hari harus dilakukan dengan benar agar proses penurunan berat badan berlangsung secara sehat.

Jumlah pengurangan kalori yang ideal bagi orang dengan berat badan berlebih adalah 300-500 kalori per hari. Dengan pengurangan kalori ini, berat badan bisa menurun dalam rentang aman, yakni sekitar dua sampai empat kilogram per bulan.

Penurunan berat badan melebihi batas ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan lain. Misalnya, berat badan turun bukan karena kelebihan lemak terbakar melainkan karena massa otot berkurang. Bila massa otot berkurang, tubuh dapat terasa lemas dan tak bertenaga.

Penurunan berat badan ekstrem juga dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Bila metabolisme mengalami gangguan atau rusak, salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah penambahan berat badan yang cepat karena alasan sepele.

"Jadi jangan terpikir buru-buru (turunkan berat badan berlebih). Saya sarankan diet ringan untuk jangka panjang. Begitu berat badan ideal, tetap akan menjadi kebiasaan," jawab Pafitri.

Pengaturan porsi dan jam makan juga berperan penting dalam keberhasilan penurunan berat badan. Pafitri mengatakan pola makan sebaiknya terdiri dari tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement