Kamis 07 Feb 2019 18:40 WIB

Maxime Bouttier Perdana Jadi Sutradara

Maxime belajar bagaimana caranya mengarahkan kebebasan berekspresi pemain.

Maxime Bouttier
Foto: Republika/Hartifiany P
Maxime Bouttier

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Maxime Bouttier menjajal menjadi sutradara. Tak tanggung-tanggung, dia langsung memilih genre horor.

Dalam film Kain Kafan Hitam, Maxime menjadi sutradara pendamping untuk membantu Yudhistira Bayuadji. Maxime mengaku mendapat banyak pelajaran ketika berada di bangku sutradara dan mengarahkan para pemain.

"Menjadi sutradara itu harus menjalankan bagaimana berinteraksi dengan pemain dan tidak keluar dari jalur intinya dan visinya. Aku juga belajar bahwa pemain itu bebas berekspresi, aku cuma kasih jalur saja dan mengarahkan untuk tetap stabil," jelas Maxime.

Menurut kekasih Prilly Latuconsina ini, menjadi sutradara adalah hal yang sangat menarik. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengarahkan anak berusia lima tahun.

"Yang susah itu kasih tahu yang paling kecil. Kirain aku ngarahin yang gede semua ternyata ada yang anak kecil. Dia nangis, didiamkan dulu, selesai nangis baru ambil scene," jelas Maxime.

"Yang paling capek itu kita adalah yang pertama datang dan terakhir pulang dan harus ngingetin dialognya pemain," lanjutnya.

Meski demikian, pria blasteran Bali-Prancis ini mengaku sangat menikmati perannya sebagai sutradara. Dia bahkan ketagihan untuk melakukannya lagi.

"Ketagihan iya. Mungkin aku sudah tahu bagaimana lagi ke depannya bisa expand experience ke mana. Dengan pengalaman ini aku akan lebih prepare," kata Maxime.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement