Jumat 03 Jul 2026 14:33 WIB

Film Seni Merayu Tuhan Adaptasi Novel Karya Habib Jafar

Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026.

Peluncuran trailer film Seni Merayu Tuhan di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).
Foto: Dok. Wahana Kreator/Edwin
Peluncuran trailer film Seni Merayu Tuhan di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah produksi Wahana Kreator merilis trailer film drama terbaru mereka, Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku laris karya Habib Jafar. Dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026, film ini menyoroti krisis eksistensial dan perjalanan spiritual generasi muda dalam menghadapi kehilangan serta pencarian makna hidup.

Melalui dinamika karakter yang disajikan, penonton diajak melihat bagaimana titik terendah dalam hidup seseorang justru bisa menjadi awal mula sebuah titik balik yang besar. Kisah dalam Seni Merayu Tuhan berpusat pada sosok Hikmah, seorang pemuda yang diperankan dengan apik oleh Ari Irham. Di masa mudanya, Hikmah adalah representasi dari generasi yang telanjur nyaman dengan gemerlap duniawi. Baginya, rutinitas bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama kekasihnya, Sophia (diperankan oleh Lutesha), adalah poros utama hidupnya.

Baca Juga

Begitu jauhnya ia dari nilai spiritual, hingga sebuah sentilan satir muncul ketika ia diajak melaksanakan Sholat Jumat, dengan entengnya Hikmah menjawab, "sudah pernah". Rumahnya hanyalah tempat persinggahan yang sering diabaikan. Panggilan telepon dan pesan singkat dari sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) kerap kali dibiarkan berlalu tanpa balasan.

Namun, dunia yang tampak begitu sempurna di mata Hikmah tiba-tiba runtuh ketika sang ibu mengembuskan napas terakhirnya. Kehilangan ini menjadi hantu telak yang mengubah hidupnya 180 derajat. Terlempar ke titik terendah dan dirundung rasa bersalah yang luar biasa, Hikmah yang sebelumnya seolah tidak mengenal Tuhan justru mulai mencari jalan untuk kembali mendekat, sebuah perjalanan meraba-raba yang canggung, mengingat ia sendiri sudah lupa kapan terakhir kali bersujud dalam sholat

photo
Habib Jafar (tengah) dalam peluncuran trailer film Seni Merayu Tuhan di Jakarta pada Kamis (2/7/2026). - (Dok. Wahana Kreator/Edwin)

 

Film naskah yang menyentuh ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S Noer. Di film ini, Gina juga berperan sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania. Sementara itu, kursi produser ditempati oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama.

Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup,” ujar Salman di Jakarta pada Kamis (2/7/2026).

Selain menjadi adaptasi yang dinantikan, film ini juga menandai tonggak penting dalam industri perfilman lokal sebagai debut penyutradaraan bagi Cesa David Luckmansyah. Dikenal luas sebagai penyunting gambar (editor) papan atas yang telah mengantongi 3 Piala Citra FFI dan mengawal ratusan judul film Indonesia dari berbagai genre, transisi Cesa ke kursi sutradara membawa perspektif visual yang sangat personal.

“Seperti halnya Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya, begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman. Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat pribadi bagi saya dan itu memanggil saya untuk mengabadikan momen perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses kedewasaannya,” ujar Cesa dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi