Kamis 07 Feb 2019 09:58 WIB

Tren Jus Seledri, Ini Kata Ahli

Seledri memang mengandung zat anti-inflamasi.

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah
Jus seledri
Foto: Wikipedia
Jus seledri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minum jus seledri saat ini sedang menjadi tren. Jus, tentu saja, bukanlah hal baru. Jus seledri dipercaya memberikan segudang manfaat, termasuk memulihkan penyakit kronis.

Beberapa penggemar tren jus seledri mengklaim jus sayuran ini penuh dengan antioksidan dan mineral yang baik untuk meningkatkan kesehatan, mulai dari pencernaan, kekebalan hingga kesehatan emosional. Tetapi apakah para pakar medis setuju? Berikut adalah sejarah singkat dari jus seledri serta pemaparan dari segi medis.

Tren jus seledri

Tren jus seledri populer dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dikenalkan televisi, majalah wanita, Instagram, hingga situs gaya hidup milik selebritas. Contohnya, Gwyneth Paltrow dan Kim Kardashian yang baru-baru ini mengunggah postingan mencoba jus seledri.

Aktivis kesehatan, seperti Anthony Williams, yang dikenal sebagai Medical Medium juga memiliki beberapa buku dan lebih dari satu juta pengikut di Instagram. Ia menulis blog tentang jus seledri setidaknya sejak 2015.

Menurut Williams, yang bukan dokter atau profesional medis berlisensi itu, khasiat seledri paling kuat ketika dikonsumsi dalam bentuk cair. "Saya telah melihat ribuan orang yang menderita penyakit kronis dan misteri memulihkan kesehatan mereka dengan meminum 16 ons jus seledri setiap hari saat perut kosong," tulisnya di situsnya.

Dia mengklaim jus seledri dapat membalikkan peradangan yang menyebabkan banyak penyakit kronis dan autoimun. Jus seledri juga kaya akan garam sodium cluster yang belum ditemukan. Jus seledri disebut memiliki sifat antiseptik dan dapat membunuh virus seperti herpes zoster dan bakteri seperti Streptococcus. Seharusnya, garam-garam mineral itu juga menjaga otak agar berfungsi dengan kecepatan tinggi, menyeimbangkan pH tubuh, dan membersihkan hati, ginjal, lambung, hingga tiroid.

Para penggemar jus seledri memberi tahu Anda minuman tersebut harus dikonsumsi tanpa dikombinasi dengan buah-buahan atau jus sayuran lainnya. Jus ini juga harus dikonsumsi di pagi hari dalam kondisi perut kosong.

Untuk membuat jus seledri, Medical Medium merekomendasikan membilas satu seledri organik, jika mungkin dan membuatnya melalui juicer. Jika tidak ada juicer, Anda bisa memotong seledri dengan halus dan memasukkannya ke dalam blender dengan kecepatan tinggi hingga halus, lalu saring dengan baik.

Minum jus seledri segera untuk hasil terbaik. Direkomendasikan, meminum setidaknya 16 ons setiap hari, tetapi jika itu terlalu banyak untuk Anda, mulailah dengan jumlah yang lebih kecil dan tingkatkan bertahap. Jus seledri tidak tinggi kalori, jadi Anda masih perlu sarapan. Tapi tunggu 15 hingga 30 menit setelah minum pagi sebelum makan apa pun, agar jus seledri memiliki efek besar.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement