Kamis 31 Jan 2019 17:39 WIB

Seberapa Sering Harus Mencuci Handuk, Selimut, Bra, dan Tas?

Bakteri dan kuman dapat menempel pada benda yang dipakai manusia.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Ani Nursalikah
Handuk
Foto: Flickr
Handuk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Bakteri dan kuman dapat menempel pada benda-benda yang dipakai manusia. Benda-benda itu mungkin perlu dicuci secara teratur.

Namun, ada beberapa barang yang memiliki aturan pencucian tersendiri. Contohnya, handuk mandi, selimut, tas olahraga, dan bra.

Handuk mandi

Direktur bisnis berbasis di Melbourne yang menyediakan layanan konsultasi untuk pembersihan dan fasilitas, Bridget Gardner mengungkapkan orang-orang terlalu banyak mencuci handuk.

“Sebenarnya hal utama yang harus dilakukan adalah mengeringkan handuk daripada mencuci,” ujar Gradner, seperti yang disiarkan di ABC, Kamis (31/1).

Seorang ahli mikrobiologi dengan keahlian dalam pengendalian infeksi dan kesehatan lingkungan Cameron Jones mengatakan handuk yang basah dapat ditumbuhi jamur, terutama di lingkungan yang lebih hangat dengan kelembaban tinggi. Itu berarti handuk harus selalu digantung setelah digunakan dan tidak ditinggalkan di lantai.

Handuk harus diberi jarak satu sama lain daripada ditaruh tumpang tindih. “Risiko utama dari handuk mandi yang jarang dicuci adalah ketika handuk dipakai orang lain. Bakteri patogen kemudian tertransfer ke orang lain,” kata dermatologis di Adelaide Lachlan Warren.

Ia menjelaskan tidak berbagi handuk dengan orang lain sama pentingnya dengan mencuci handuk secara teratur. Dengan demikian orang lain tidak tercemar bakteri.

Trik lain untuk meminimalkan penyebaran kuman di handuk adalah pakai pengering. Pengering mencegah kuman berkembang biak.

Selimut

Jones mengatakan semakin tebal dan padat selimut yang digunakan, semakin perlu dicuci. Sebab selimut tebal memiliki kemungkinan besar menahan keringat dan kotoran manusia serta kotoran dari udara.

Gardner mengatakan mencuci secara teratur juga merupakan ide bagus jika memiliki hewan peliharaan yang duduk di atasnya, berada di lingkungan yang sangat berdebu, tinggal di jalan yang sibuk, dan jendela rumah selalu terbuka.

photo
Tidur dengan mengenakan kaus kaki.

Tas olahraga

Tas olahraga sering diabaikan dan orang-orang tidak menyadari risikonya. Jones mengatakan penelitian menunjukkan ada banyak kuman berbeda yang bersembunyi di gym, terutama pada peralatan olahraga, alas olahraga, dan pegangan tangan. Juga area tuas push dan pull pada peralatan yang dipasang di lantai.

Mikroba hidup berpotensi menyebabkan paparan pada individu yang rentan. Jika Anda mengambil peralatan olahraga dan menaruhnya di tempat tidur, kemungkinan kecil mikroba dapat berpindah ke sana.

Gardner mengungkapkan taruh tas olahraga untuk meminimalkan risikonya. Selain itu, handuk olahraga juga mengandung lebih banyak bakteri daripada tas olahraga, terutama jika Anda menggunakannya untuk membersihkan peralatan yang terkena keringat

photo
Bra bagi wanita.

Bra

Tidak ada aturan tentang seberapa sering bra harus dicuci. Gradner mengatakan bra dicuci bergantung pada seberapa berkeringat pemakainya.

Pendapat Warren juga hampir serupa dengan Gardner. “Pakaian yang pas seperti bra akan menumpuk bakteri tergantung pada karakter bahan, berapa banyak keringat dan sekresi di permukaan dan jenis bakteri serta jamur yang dihidup di kulit,” kata Warren.

Beberapa bakteri ini berkontribusi pada pakaian dan bau kulit. Dengan kata lain bra yang tidak dicuci dapat menyebabkan ruam kulit atau infeksi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement